Berita Teenager

Teenager: Teeners! Hubungan Kamu Sama Doi Harus Ada Batasan, Jangan Baper Melulu

Teeners, masih setia membaca kan, yang suka baper, jangan tersinggung yah. Hehe, intinya hubungan sama doi harus ada batasan.

Teenager: Teeners! Hubungan Kamu Sama Doi Harus Ada Batasan, Jangan Baper Melulu
ilustrasi/The Independen
Separuh napas 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Teeners, masih setia membaca kan, yang suka baper, jangan tersinggung yah. Hehe...

Intinya begini, hubungan kita sama doi harus ada batasan, mengapa?

Pertama, supaya kita mampu berpikir dan mengambil keputusan sendiri tanpa diombang-ambing dengan pendapat dan kehendak orang lain.

Dalam Sepekan Real Madrid Kehilangan Dua Gelar, Apakah Juga Akan Kehilangan Gelar Liga Spanyol?

Kedua, supaya kita tidak bergantung sama doi. Florianus Rino Sola, Teeners kita yang akrab disapa Rino, bilang, jangan sampai doi ikut mengurus hal-hal yang sifatnya sangat pribadi bahkan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan hubungan.

"Misalnya, kita mau teman sama siapa, doi repot, mau kuliah, sekolah, kerja dimana doi repot. Tidak harus begitu kan? Kalau saya tegas! Kamu tidak harus repot dengan saya. Untuk hal tertentu, saya maklumi," kata Rino.

Jelang Raya Nyepi, Umat Hindu Kupang Persiapkan Penjor Untuk Lomba

Wah, si Rino memang benar-benar tegas. Bagi Rino, hubungan yang masih pada tahap pacaran sebaiknya jangan dipandang istimewa.

"Inti dari pacaran itu, kita saling berbagi, memperhatikan, mendukung dan seterusnya. Tetapi kalau sebaliknya, yah berhenti saja," kata Rino.

Yang terakhir nih, dari Teeners kita Tommy Podhi. Menurut Tommy, batasan dalam hubungan sebenarnya tidak perlu diperdebatkan. Masing-masing harus sadar akan hal itu.

Teenager: Aku Kok Sering Sesak Nafas, Oh Ternyata Separuh Nafasku Ada di Kamu

"Kan kalau levelnya pacaran, untuk apa sok-sokan repot sampai hal-hal sepele dan pribadi," kata Tommy.

Tommy justru mengingatkan agar kita berhati-hati dalam berpacaran, agar tidak kebablasan. Caranya, batasi ruang mendiskusikan hal-hal yang sifatnya sangat pribadi, beri kebebasan pada pasangan, jangan menuntut pasangan untuk selalu memenuhi perasaan-perasaan kita.

"Misalnya kalau kangen harus ketemu, mau melakukan sesuatu harus memberitahu dan memohon izin. Tidak harus seperti itu kan, karena kita punya kesibukan masing-masing," kata Tommy. (*)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved