Opini Pos Kupang

Karakteristik Musim Hujan 2018/2019 di Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu provinsi yang terletak di sebelah timur Indonesia

Karakteristik Musim Hujan 2018/2019 di Nusa Tenggara Timur
ILS
Ilustrasi 

Karakteristik Musim Hujan 2018/2019 di Nusa Tenggara Timur

Oleh Rut Apriana Kartini Lamma dan Linda Natalia So'langi
Stasiun Klimatologi Kupang, BMKG

POS-KUPANG.COM - Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT  merupakan salah satu provinsi yang terletak di sebelah timur Indonesia yang terdiri dari banyak pulau.

Wilayah NTT memiliki 1.192 pulau atau dengan kata lain lebih kurang ± 7,01 persen dari jumlah pulau yang termasuk dalam wilayah NKRI, dengan garis pantainya 81 kali panjang Pulau Jawa, yang terdiri dari 3 (tiga) pulau besar yaitu Pulau Sumba, Pulau Flores dan Pulau Timor dan 1.184 pulau-pulau kecil (termasuk 5 pulau kecil terluar) yang secara geografis terletak berjauhan (Bappeda NTT, 2012).

Sehingga dapat dikatakan Propinsi NTT merupakan Propinsi Kepulauan dengan luas 47.931,54 kilometer persegi.

TXT Hadir, Jadi Ancaman Bagi BTS? Benarkah? Inilah 5 Fakta Boyband KPop Besutan Terbaru BigHit Ini

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indosiar Arema FC vs Barito Putera di Piala Presiden

Inilah 6 Zodiak yang Bakal Alami Keberuntungan di Bulan Maret 2019, Zodiak Kamu ada?

Dengan luas daratan tersebut tercatat wilayah NTT memiliki SDA berupa lahan kering sangat besar yaitu 96,74 persen sedangkan sisanya 3,26 persen merupakan lahan basah (BPS NTT, 2014). Hal ini erat kaitannya dengan topografi di wilayah NTT yang terdiri dari pegunungan dan perbukitan kapur.

Keadaan inilah yang membuat iklim di NTT berbeda antara satu pulau dengan pulau lainnya. Sesuai data BMKG Staklim Kupang, NTT dikategorikan sebagai wilayah yang memiliki iklim bervariasi dari iklim tipe B sampai tipe F.

Tipe iklim B yaitu daerah basah dan ada hutan hujan tropis sedangkan tipe F adalah daerah kering dan terdapat padang sabana.

Kondisi geografis yang berbatasan laut dengan Australia turut menjadi faktor yang menyebabkan variabilitas iklim di wilayah NTT. Hal ini erat kaitannya dengan pola monsunal yang dicirikan bentuk pola hujan yang bersifat unimodal (satu puncak musim hujan, yaitu pada Januari atau Februari).

Musim hujan dan musim kemarau di NTT terjadi seiring dengan bertiupnya monsun secara periodik, yaitu monsun Asia (Desember-Januari-Februari) dan monsun Australia (Juni-Juli-Agustus) dimana monsun ini terjadi sebagai akibat perbedaan tekanan udara wilayah utara-selatan (Geru, 2013).

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved