Opini Pos Kupang

Menyerang Pribadi

Idealisme mengangkat `land reform' adalah hal yang patut diacungkan jempol.

Menyerang Pribadi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.
ejumlah petugas dan kru televisi bersiap melakukan gladi bersih Debat Capres 2019 Putaran Kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (16/2/2019). Debat yang akan digelar pada Minggu 17 Februari pukul 20.00 WIB dengan diikuti calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tersebut akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup. 

Menyerang Pribadi

Oleh : Robert Bala
Alumnus Resolusi Konflik dan Penjagaan Perdamaian
Universidad Complutense de Madrid Spanyol.

Di ANTARA banyak `tema' yang terus dibicarakan pasca debat 17 Februari lalu, salah satunya adalah tentang seragan atas pribadi.

Jelasnya, dengan mengungkapkan kepemilikan 220 ribu ha lahan di Kalimantan dan 120 ribu ha di Aceh, Jokowi dianggap telah menyerang pribadi.

Yang dibicarakan bukan masalah bangsa tetapi justru pengungkapkan kepemilikan lahan yang pada gilirannya dapat merugikan kubu Prabowo. Yang jadi pertanyaan: apa sebenarnya yang disebut dengan seragan pribadi?

Mengapa serangan pribadi merupakan bagian sesat pikir yang perlu dihindari karena dapat membelokan tujuan yang baik kepada keuntungan sesaat?

Bersifat Abusif

Serangan atas pribadi yang dalam logika disebut `argumentum ad hominem', selalu disadari sebagai kepincangan dalam logika.

Hal itu terjadi karena masalah tidak dibahas, tetapi justru yang diangkat masalah pribadi di luar tema untuk melumpuhkan lawan.

Hal seperti ini bersifat abusif. Ia merupakan kategori yang menyalahi logika. Ia kerap dikategorikan `abusive ad hominem'.

Halaman
1234
Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved