Berita Ekonomi Bisnis

TCASH Tunda Konversi Aplikasi ke LinkAja

Untuk kenyamanan pengguna TCASH maka untuk sementara konversi ke aplikasi LinkAja ditunda sementara

TCASH Tunda Konversi Aplikasi ke LinkAja
ISTIMEWA
Dari kiri ke kanan, CEO TCASH Danu Wicaksana, Paola Tambunan, TCASH Buddy; dan Herman Suharto, Head of TCASH Lifestyle, meluncurkan pembukaan aplikasi TCASH untuk pelanggan lintas operator telekomunikasi di Jakarta 17 Juli 2018. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Untuk kenyamanan pelanggan, TCASH menunda proses konversi aplikasi mobile dan mengembalikan ke aplikasi mobile TCASH semula.

Maksudnya agar pelanggan tetap dapat menggunakan layanan TCASH dengan normal. Dimana akun dan saldo pelanggan dipastikan keamanannya.

CEO TCASH, Danu Wicaksana, melalui rilis yang diterima, Senin (25/2/2019), menyampaikan, sebelum proses migrasi ini, TCASH melakukan berbagai persiapan bisnis maupun teknis.

Meski demikian team teknis kemudian menemukan masalah teknis dalam proses konversi update aplikasi mobile TCASH ke LinkAja.

Hal ini berakibat pelanggan yang mengupdate/mengkonversi aplikasi mobile TCASH ke LinkAja menemui kendala untuk login.

TRIBUN WIKI : Menikmati Pantai Oebasi Sambil Bakar Ikan

8 Fakta Mahasiswi Diduga Aborsi, Pacar Kubur Bayi, hingga Pengakuan Penghuni Asrama Alor

Kendala teknis ini, lanjutnya, berimbas pada layanan-layanan yang berbasis aplikasi mobile sedangkan layanan berbasis lainnya berjalan dengan normal tanpa gangguan seperti layanan pembayaran di berbagai merchant menggunakan NFC dan token; layanan isi saldo di mitra-mitra TCash termasuk kanal-kanal ATM dan aplikasi elektronik dari Bank Himbara, layanan USSD (*800#) bagi pengguna ponsel non-smartphone, layanan web-check out seperti di Blanja.com dan aplikasi KAI Access.

Per 1 Maret 2019, Obat Kanker Usus Tak Lagi Ditanggung BPJS

Berbagi Kasih Jadi Program Rutin Alumni 2002 SMAN 1 Kupang

"Kami mengucapkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setelah menganalisa secara menyeluruh kami memutuskan untuk menunda proses migrasi aplikasi mobile ini hingga awal minggu depan. Pelanggan akan kami kembalikan ke aplikasi mobile TCASH, sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan layanan TCASH seperti semula, dimana akun dan saldo pelanggan dipastikan keamanannya," ungkapnya.

Menurutnya, pelanggan-pelanggan TCASH yang lebih dari 95 persen menggunakan ponsel berbasis Android akan mendapatkan SMS berisi petunjuk untuk mengupdate aplikasi mereka kembali ke aplikasi mobile TCASH sebelumnya, sehingga bisa melakukan transaksi TCASH secara normal.

Ia mengatakan, pengalaman pengguna merupakan prioritas utama.

"Sekali lagi kami mohon maaf atas kendala teknis pada proses konversi ke aplikasi mobile LinkAja ini. Kami berupaya untuk melakukan perbaikan sesegera mungkin. PT Finarya melalui LinkAja juga sangat berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam rangka mendorong program GNNT (Gerakan Nasional Non Tunai) dan meningkatkan inklusi keuangan menuju 75 persen pada tahun 2019 ini," tuturnya.

TCash merupakan produk mobile financial services dari Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia dengan lebih dari 178 juta pelanggan di seluruh Indonesia.

Diperkenalkan kembali sejak tahun 2015, TCash memiliki visi untuk menjadi electronic money terbesar dan terpercaya bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Saat ini, jumlah pengguna TCash mencapai lebih dari 25 juta pelanggan, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Aplikasi Tcash sendiri telah diunduh sebanyak lebih dari 8 juta kali melalui Play Store dan App Store. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved