Dukung Gerakan Kebersihan, Pemkab Alor Kerahkan 369 Tenaga Kontrak Daerah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor siagakan 369 tenaga kontrak daerah untuk jaga kebersihan lingkungan di daerah itu

Dukung Gerakan Kebersihan, Pemkab Alor Kerahkan 369 Tenaga Kontrak Daerah
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Bupati Alor, Drs. Amon Djobo 

Dukung Gerakan Kebersihan, Pemkab Alor Kerahkan 369 Tenaga Kontrak Daerah

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS-KUPANG.COM I KUPANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor dalam lima tahun belakangan, telah mencanangkan gerakan kebersihan lingkungan.

Langkah yang dilakukan adalah merekrut 369 tenaga kontrak daerah yang melaksanakan tugas dalam dua shift yakni shift pertama Pukul 04.00 Wita-Pukul 10.00 Wita dan shift kedua Pukul 16.00 Wita-Pukul 19.00 Wita.

Bupati Alor, Amon Djobo menyampaikan hal ini ketika menghubungi POS KUPANG.COM dari Alor, Jumat (22/2/2019).

Bupati Amon menjelaskan, gerakan kebersihan lingkungan yang kini sedang gencar dikampanyekan di Provinsi NTT, untuk Kabupaten Alor sudah dilaksanakan selama lima tahun belakangan. Pihaknya mengerahkan 369 tenaga kontrak daerah untuk siap siaga bekerja dalam dua shift.\

Bikin Histeris! Gadis Alor Ini Punya Suara Emas Tingkat Dewa, Tonton Videonya Nyanyi Never Enough

Pemprov NTT Akan Bangun Bandara Perintis di Pulau Pantar, Kabupaten Alor

"Saya tidak mau banyak omong. Kalau saya mau katakan bahwa untuk 22 kabupaten/kota di NTT, Alor merupakan kota terbersih bukan tingkat provinsi saja tapi untuk Indonesia. Kita ada 369 tenaga kontrak daerah dimana mereka kerja dua shift. Shift pertama Pukul 04.00 Wita-Pukul 10.00 Wita dan shift kedua Pukul 16.00 Wita-Pukul 19.00 Wita," jelas Bupati Amon.

Menurut Bupati Amon, Alor yang menjadi daerah tujuan wisata mau tidak mau kebersihan lingkungan menjadi skala prioritas.

Semua keluarga wajib membersihkan lingkungan rumah tangganya dan gerakan ini dinamakan gerakan bersihkan diri.

Gerakan bersih lingkungan bukan saja di lingkup RT/RW tetapi di semua keluarga.

Anggaran Pembangun PLTS Rp 8 M di Pantar-Kabupaten Alor Dialihkan

Mantan Sekwan DPRD Kabupaten Alor Didakwa Korupsi Rp. 500 Juta

Menyinggung soal gerakan menanam kelor, Amon Djobo yang terpilih kembali periode kedua memimpin Alor ini menegaskan, tanaman kelor itu sudah sejak nenek moyang, mereka telah mengkonsumsi.

Selain itu, kelor digunakan untuk makanan ternak seperti kambing, babi, sehingga bukan hal baru bagi masyarakat di Kabupaten Alor.

"Kami tidak perlu pabrik, karena kelor sudah sejak dulu ada di Alor. Banyak tumbuh liar di hutan. Di tiap rumah tangga bisa mencapai 50-60 pohon kelor. Bagi kami di Alor, kelor sekarang terbuang-buang," kata Bupati Amon. (*)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved