Pilpres 2019

Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Flores Tak Izinkan Kegiatan Sandiaga Uno di Kampus

Kunjungan calon Wakil Presiden RI nomor urut 2, Sandiaga Uno ke STFK St Paulus Ledalero dipastikan batal.

Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Flores Tak Izinkan Kegiatan Sandiaga Uno di Kampus
Twitter
Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Flores Tak Izinkan Kegiatan Sandiaga Uno di Kampus 

Sekolah Tinggi Filsafat Katolik di Maumere Tak Izinkan Kegiatan Sandiaga Uno di Kampus

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Rencana kunjungan calon Wakil Presiden RI nomor urut 2, Sandiaga Uno ke Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) St Paulus Ledalero di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Provinsi NTT, Senin (25/2/2019), dipastikan batal.

Penyebabnya, Pimpinan STFK Ledalero keberatan menerima kedatangan Sandiaga.

"Pimpinan STFK berkeberatan menerima kunjungan tersebut karena sekarang masa kampanye dan Pak Sandiaga Uno adalah salah satu calon yang berkontestasi," kata Ketua STFK Ledalero, Pater Dr Otto Gusti Madung SVD kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (21/2/2019) di Maumere.

Pater Otto meneruskan tanggapan rencana kunjungan itu kepada Wakil Ketua Partai Gerindra Sikka, Merison Botu.

Pimpinan STFK Ledalaero Keberatan Terima Cawapres Sandiaga

Moeldoko Nilai BPN Prabowo-Sandiaga Kurang Cerdas Kelola Isu, Ini Buktinya

Berikut tanggapan tertulis Pater Otto kepada Wakil Ketua Gerindra Sikka:

Selamat siang Pak Son (Merison).

Tadi saya sudah undang staf pimpinan STFK yang baik untuk membicarakan rencana kunjungan Pak Sandiaga Uno ke STFK.

Pimpinan STFK berkeberatan untuk menerima kunjungan tersebut karena sekarang masa kampanye dan Pak Sandiaga Uno adalah salah satu calon yg berkontestasi

Di samping itu ada instruksi dari Menristek Dikti agar kampus bebas dari kampanye.

Terima kasih banyak untuk pengertian.

Apakah tidak berdampak pada STFK?

"Ya kita ikut aturan saja. Ada instruksi dari Menteri Ristek Dikti agar kampus bebas dari kampanye," kata Pater Otto.

Sandiaga Uno dijadwalkan mengunjungi Kota Maumere, dan Kota Ende di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (25/2/2019).

Cawapres  Sandiaga  Uno  Datang ke  Maumere, Ini yang AKan Dilakukannya

Jenguk ke Rutan, Sandiaga Sebut Ahmad Dhani Tetap Tersenyum di Dalam Penjara

Agenda kunjungan pertama Sandiaga bertemu Uskup Maumere, Mgr.  Ewald  Martinus Sedu.

Selanjutnya dengan mahasiswa dan dosen di STFK Ledalero dan diskusi dengan tim relawan pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Hotel Sylvia Maumere.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Ende, Sandiaga menyambangi nelayan Kampung Wuring di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat.

Dua hari sebelumnya, pihak STFK Ledalero sempat mengaku bersedia menerima  Sandiaga Uno.

"Hari ini, saya sudah bertemu dengan Ketua STFK Ledalero dan Uskup Maumere. Mereka bersedia bertemu dengan Pak Sandiaga," kata Wakil Ketua Partai Gerindra Kabupaten Sikka, Merison Botu, Selasa (19/2/2019).

Sandiaga, kata Merison, akan tiba Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita dengan pesawat pribadi.

Ruangan Terbatas, Siswa SDN Gollu Dara KBM di Bangunan Darurat

Ternyata Pemda TTU Sudah Miliki Perda Pengolahan Sampah

Ia hadir bersama anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Pius Luistrilanang, dan Fary Francis.

Setelah kunjungan ke Maumere, Sandiaga melanjutkan perjalanan ke Ende.

Selanjutnya ke Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Saya baru dihubungi tadi pagi dan belum dapatkan jadwal kegiatan selama kunjungan ke Maumere," kata Wakil Ketua DPRD Sikka.

Didemo Mahasiswa

Bukan hanya kali ini Sandiaga Uno datang ke kampus.

Sebelumnya juga pernah terjadi.

Mengutip Kompas.com kunjungan Sandiaga Uno dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta diwarnai unjuk rasa, Sabtu (22/9/2018) siang.

Sambil Bermain Gitar, Sandiaga Uno Nyanyikan Lagu ini untuk Ahmad Dhani, Ini Judulnya

PKS Mengaku Sumbang Dana Kampanye Prabowo-Sandiaga melalui Crowdfunding

Sejumlah mahasiswa yang mengenakan jaket almamater UMS memprotes kedatangan cawapres nomor urut dua tersebut.

Mahasiswa menganggap kedatangan keduanya sebagai bentuk politisasi kampus.

Sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Hentikan Politisasi Kampus", belasan mahasiswa merangsek masuk ke lokasi pertemuan di Kampus II UMS.

Beberapa menit berorasi, petugas keamanan bersama staf UMS mengusir mereka keluar dari pagar kampus.

Sempat terjadi adu dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan.

Setelah itu, pengunjuk rasa tetap berorasi dari luar pagar.

Mereka menyuarakan penolakan kedatangan Sandiaga dan Zulkifli masuk ke dalam kampus.

Jalan Berlubang Hambat Akses Menuju Obyek Wisata Pantai Oro, SBD

Live Streaming Arsenal vs Bate Borisov di Liga Europa Jam 00.30 WIB Malam Ini

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak Politisisasi Sandiaga. Tetapi Kami Tidak Memilih Jokowi" dari luar pagar kampus.

"Kampus itu netral dan suci. Maka dengan hadirnya para calon maka ini bagian dari kampanye. Meski mereka melalui jalur seminar kebangsaan," kata salah satu orator yang mengatasnamakan aliansi mahasiswa UMS kepada wartawan.

Meski diprotes pengunjuk rasa, kuliah umum dengan pembicara Sandiaga Uno dan Zulkifli Hasan terus berlangsung.

Ribuan mahasiswa duduk tertib mengikuti kuliah umum. 

Mengenal STFK Ledalero

STFK Ledalero merupakan Sekolah Tinggi yang didirikan oleh Serikat Sabda Allah (SVD: Societas Verbi Divini) pada tahun 1935.

Mengutip website STFK Ledalero, www.stfkledalero.ac.id, lembaga ini dibentuk sebagai tindak lanjut atas Ensiklik Maximum Illud, yang dikeluarkan oleh Paus Benediktus XV pada tanggal 30 November 1919.

Tahta Suci Vatikan memberikan pengesahan untuk Sekolah Tinggi ini pada tanggal 20 Mei 1937.

Tanggal inilah yang dijadikan sebagai tanggal resmi berdirinya STFK Ledalero.

Sejak berdirinya sampai tahun 1969, Lembaga Pendidikan ini memakai nama "Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero".

Pada bulan Januari 1969, Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Katolik (STF/TK ) Ledalero secara resmi berdiri sebagai salah satu bagian dari "Seminari Tinggi St. Paulus" Ledalero.

Pada tahun 1971, Sekolah Tinggi ini memperoleh status "Terdaftar" untuk tingkat Sarjana Muda, berdasarkan Surat Direktur Pendidikan Tinggi, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen P dan K No. 257/DPT/B/1971, tanggal 14 Juni 1971.

Status "Diakui" diperoleh pada tanggal 12 Januari 1976, berdasarkan SK Mendikbud No. 013/U/1976. Status "Disamakan" untuk tingkat Sarjana Muda diraih oleh STFK Ledalero pada tanggal 22 Januari 1981, berdasarkan SK Mendikbud No. 039/0/1981.

SK yang sama memberikan status "Terdaftar" untuk tingkat Sarjana Lengkap.

Dalam rangka penyesuaian jalur, jenjang dan program pendidikan PTS, Sekolah Tinggi ini mengambil program studi S1, sejak tanggal 29 November 1984. Status "Diakui" didapatkan oleh STFK Ledalero untuk jenjang S1, berdasarkan SK Mendikbud No. 0604/0/1984.

Sejak saat itu, Lembaga Pendidikan ini diberi nama "SEKOLAH TINGGI FILSAFAT KATOLIK LEDALERO" (STFK LEDALERO), dengan mengambil jurusan Filsafat Agama dan Program Studi Filsafat Agama Katolik.

Sementara status "Disamakan" untuk jenjang S1 diraih oleh STFK Ledalero pada tanggal 9 April 1990.

Sejak pemberlakuan sistem Akreditasi untuk program sarjana di Perguruan Tinggi, maka pada tanggal 17 November 1997, STFK Ledalero mendapat Sertifikat Akreditasi Mutu B.

Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 78/D/O/1997 atas Hasil Penilaian Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Jenjang Program Studi Sarjana (S1) menurut Perguruan Tinggi Tahun 1996/1997.

Pada tanggal 11 Agustus 1998, STFK Ledalero mendapat status "Terakreditasi dengan peringkat Akreditasi B berdasarkan keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor SK 019/2003, tanggal 20 Agustus 2003, STFK Lealero, dengan Jurusan Ilmu Filsafat dan Program Studi Ilmu Teologi-Filsafat Agama Katolik tetap mendapat status "Terakreditasi Peringkat Akreditasi B."

Status terakreditasi dengan peringkat B juga masih diperoleh oleh STFK Ledalero berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor 028/BAN-PT/Ak.-XV/S1/X/2012, tanggal 18 Oktober 2012, dan tahun 2016 Status terakreditasi dengan peringkat B Akreditasi Institusi juga masih diperoleh oleh STFK Ledalero berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi Nomor: 0790/SK/BAN-PT/Akred/PT/VI/2016.

Pater Doktor Otto Gusti Ndegong Madung, SVD dilantik menjadi ketua Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero periode 2018-2022 oleh ketua Yayasan Persekolahan Santu Paulus Ende, Pater Alfons Mana, SVD, Lic. Upacara pelantikan berlangsung di Aula Santu Thomas Aquinas STFK Ledalero, Sabtu (18/08/2018) pada pukul 10.30 Wita.

Pater Doktor Otto Gusti Nd. Madung, SVD dipilih menjadi ketua STFK Ledalero dalam sidang senat dosen pada bulan April lalu untuk menggantikan Pater Bernard Raho, SVD yang telah berakhir masa jabatannya pada 2018 ini.

Dengan mempertimbangkan hasil sidang senat dosen itu dan keputusan provinsial dan dewan provinsi SVD Ende, dewan pengurus Yayasan Persekolahan Santu Paulus Ende mengangkat dan menetapkan Pater Doktor Otto Gusti Madung, SVD sebagai Ketua STFK Ledalero periode 2018-2022.

Filsafat dan Era Industri 4.0

Ketua STFK Ledalero yang baru, Dr. Otto Gusti Madung, dalam sambutannya menyinggung relevansi filsafat di era revolusi industri 4.0 ini.

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan digital economy, artificial inteligence dan robotic.

Otto Gusti mengatakan bahwa para filsuf dan teolog biasa mendapat julukan sebagai cendekiawan tahu banyak tentang sedikit.

Akan tetapi, era cendekiawan `tahu banyak tentang sedikit' ini sudah berlalu.

Dunia kerja era industri 4.0 menuntut spesialisasi dari calon tenaga kerja.

Mantan Puket I STFK Ledalero itu juga menambahkan bahwa cendikiawan ideal di masa kini adalah cendikiawan Fachidiot.

misa pembukaan 18 19 dan pelantikan katua baru 2018 35"Era bagi para generalis dan waktu bagi para cendekiawan yang tahu banyak tentang sedikit sudah berlalu.

Dunia kerja yang saat ini sangat kompetitif menuntut spesialisasi dari calon tenaga kerja.

Bahkan, dewasa ini, prototipe ideal cendekiawan di era kini adalah cendikiawan Fachidiot, yakni orang yang ahli sekali dalam bidangnya tetapi menjadi idiot untuk bidang yang lain," demikian kata Otto Gusti, alumnus Hochschule für Philosophie, Munchen Jerman itu.

Berhadapan dengan tantangan era industri 4.0 ini, dosen HAM dan Filsafat Politik STFK Ledalero ini berasumsi bahwa belajar filsafat tetap memiliki kontribusi penting untuk era industri 4.0 ini.

Dalam sambutannya, Otto Gusti menyebut salah satu peran filsafat misalnya adalah filsafat diperlukan sebagai strategi budaya.

"Filsafat dan teologi diperlukan sebagai strategi budaya. Pembanganun ekonomi dan teknologi tanpa strategi budaya akan menciptakan masyarakat yang inhuman, masyarakat barbar dan berfungsi berdasarkan logika hukum rimba," ujarnya.

"Budaya dimengerti sebagai orientasi etis atau visi dasar yang menata sebuah masyarakat agar menjadi lebih bermakna. Karena itu filsafat dan teologi tetap kontekstual terutama dalam menawarkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan manusia dewasa ini," tegas Doktor Filsafat kelahiran Lengko Elar, Manggarai Timur, 20 Mei 1970 itu.

Lebih lanjut, Otto yang pernah menulis disertasi berjudul "Politik dan Kekerasan. Sebuah Studi Perbandingan tentang Giorgio Agamben dan Jürgen Habermas" itu menegaskan bahwa filsafat berkontribusi dalam menciptakan masayarakat yang kritis, kreatif dan mandiri.

"Filsafat adalah metode berpikir kritis dan mandiri. Tantangan dan perubahan zaman hanya dapat dihadapi secara kreatif oleh pribadi yang mandiri, kritis dan terbuka terhadap peluang-peluang baru. Di sini, filsafat dapat memberikan kontribusi yang berarti," kata Otto.

Rencana Aksi

Dalam sambutannya, ketua sekolah masa jabatan 2018-2022 itu juga mengutarakan rencana dan aksi konkret yang perlu dijalankan ke depan.

Pengembangan program studi baru, peningkatan mutu penelitian dan penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, yang baik oleh mahasiswa dan mahisiswi merupakan serangkaian rencana aksi yang akan dijalankan ke depan.

Terkait program penguasaan bahasa asing oleh mahasiswa, Otto Gusti menambahkan bahwa sekolah akan menyiapkan sistem dan regulasi yang dapat memastikan penguasaan bahasa asing yang baik oleh mahasiswa.

"Dalam sejumlah pembicaraan, kita rencanakan tahun 2020 mahasiswa yang menamatkan program S1 di sini harus memiliki skor TOEFL 450," tegas Otto.

Rangkaian rancangan dan rencana aksi itu dicanangkan untuk menjawabi tantangan zaman dan juga untuk meningkatkan kontribusi institusi bagi pengembangan masyarakat. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved