Polda NTT Hentikan Penyelidikan Dugaan Kasus Ijasah Palsu Bupati Rote Ndao  

Penyelidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT menghentikan penyelidikan dugaan kasus pemalsuan dokumen (Ijasah) Bupati Rot

Polda NTT Hentikan Penyelidikan Dugaan Kasus Ijasah Palsu Bupati Rote Ndao   
Pos Kupang/com/Gecio Viana
Wakil Direktur Reskrimum Polda NTT AKBP Anton C. Nugroho (kiri) kepada awak media dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (20/2/2019) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Penyelidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT menghentikan penyelidikan dugaan kasus pemalsuan dokumen (Ijasah) Bupati Rote Ndao, Paulina Bullu.

Kasus dugaan pemalsuan yang dilaporkan Bima Theodorus Fangidae 20 November 2018  dan turut menjadi terlapor dalam kasus ini, Hofra A. Anakay, Berkat N.M.F. Ngulu, Lukas D. Saudale dan Olens Ndoen.

DBD Menyebar ke Wilayah Utara TTU, Masyarakat Diminta Waspada

Hal tersebut disampaikan olehh Wakil Direktur Reskrimum Polda NTT AKBP Anton C. Nugroho kepada awak media dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (20/2/2019).

Mantan Kapolres Kupang Kota ini mengatakan, dalam penyelidikan kasus ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor, saksi-saksi dan terlapor.

“Kami sudah lakukan penyelidikan dengan memeriksa 14 saksi. Pemerikasaan kami lakukan di kabupaten Rote Ndao, Kota Kupang dan Surabaya terkait dokumen yang dikeluarkan oleh Dikti wilayah VII,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, penyelidik berpendapat bahwa dengan adanya persesuaian keterangan antara saksi-saksi dan terlapor serta surat-surat pendukung lainnya yang menerangkan bahwa perguruan tinggi tersebut pernah ada dan terdata, serta mahasiswi Paulina Bullu dengan NPM 043026/Prodi Manejeman Perguruan Tinggi STIE Pariwisata Satya Widya Surabaya terdata pada Forlap Dikti, maka tidak memenuhi unsur pidana.

Maka berdasarkan hasil penyelidikan tersebut, lanjut Anton, dilakukan gelar perkara pada Senin (18/2/2019), dan penyelidik berpendapat bahwa perkara ini tidak dapat ditindak lanjuti atau ditingkatkan ke penyidikan karena tidak memenuhi unsur-unsur pasal sebagaimana dimaksud pada Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengalami kendala karena STIE Satya Widya Surabaya sudah tidak aktif lagi, namun dalam pemeriksaan di Dikti menyebutkan perguruan tinggi itu pernah ada dan terdaftar, sementara terlapor Paulina Bullu juga terdaftar sebagai mahasiswa di perguruan tinggi tersebut.

STIE Satya Widya Surabaya juga diketahui pernah bekerjasama dengan Akademi Pariwisata Kupang di Kupang.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved