Salam Pos Kupang

Pakaian Adat Simbol Jati Diri

Pasola Wanokaka sudah lama digelar dan menjadi satu di antara destinasi pariwisata di daerah itu

Pakaian Adat Simbol Jati Diri
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pasola di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. 

Pakaian Adat Simbol Jati Diri

SELAMA ini masyarakat NTT mengenakan pakaian khas daerah untuk menghadiri peristiwa-peristiwa adat yang sakral. Begitu pula para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selalu mengenakannya pada setiap hari Selasa dan Rabu.

Masyarakat adat mengenakannya semata untuk menghomati ritual-ritual adat yang sudah berlangsung turun-temurun. Sedangkan ASN mengenakannya untuk mendorong tumbuhnya industri tenunan khas daerah NTT.

Namun, ketika masyarakat diminta untuk mengenakan pakaian khas daerah dalam menghadiri Pasola Wanokaka tanggal 24 sampai 26 Februari 2019 tentu ini sebagai hal yang baru.

Sesuatu yang lebih khas lagi. Meski sesungguhnya acara itu sebagai sebuah ritual adat, olahraga berkuda yang memberi hiburan bagi masyarakat untuk tetap melestarikannya.

Tapi, baru kali ini Wakil Bupati Sumba Barat, Marthen Ngailu Toni, S.P, meminta para pemangku di kabupaten itu untuk mengenakan pakaian khas daerah. Pesan apa yang hendak ia sampaikan?

Wakil Bupati Marthen semata ingin mendorong masyarakat untuk terus mencintai budaya lokal berupa Pasola Wanokaka sekaligus melestarikan pakaian adat Sumba.

Justru inilah momentum yang tepat bagi masyarakat untuk menunjukkan jati dirinya. Simbol-simbol lokal akan terlihat lebih nyata karena dilakukan secara massal.

Bahwa kebudayaan lokal berupa Pasola Wanokaka sudah lama digelar dan menjadi satu di antara destinasi pariwisata di daerah itu.

Pesan lainnya, dengan memakai tenunan khas daerah ini wisatawan yang hadir akan merasa terhibur. Wisatawan mancanegara justru akan memandang hal unik. Apalagi seluruh masyarakat mengenakannya.

Mereka akan terhibur, selain ketika menonton Pasola Wanokaka yang menampilkan lelaki-lelaki satria di medan laga berperang juga melihat hiburan lainnya yaitu warga mengenakan pakaian adat.

Kita mengenal pakaian khas itu sungguh indah dari sisi motifnya. Kita tahu bahwa motif-motif daerah itu sungguh eksotik dan tiada duanya.

Sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam mengembangkan pariwisata di bidang tenunan.

Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat pun memberi perhatian yang tak kecil pada industri rumah tangga ini.

Di mana-mana ia mengenakan pakaian khas NTT. Sesungguhnya Ibu Julie ingin menunjukkan kepada semua pihak bahwa daerah ini kaya akan tenunan khasnya.

Sukses untuk Pemkab Sumba Barat yang melakukan sesuatu di luar kebiasaan. (*)

Editor: Ferry Jahang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved