Kaum Milenial Paling Banyak Jadi Korban Lakalantas

Rinciannya, meninggal dunia 44 kasus, luka berat 63 kasus dan luka ringan 318 kasus. Kerugian material mencapai Rp 943.260.000.

Kaum Milenial Paling Banyak Jadi Korban Lakalantas
Dokumentasi Satlantas Polres Kupang Uuntuk POS-KUPANG.COM
Barang bukti kendaraan akibat lakalantas di Satlantas Polres Kupang, Selasa (19/2/2019) 

Kaum Milenial Paling Banyak Jadi Korban Lakalantas

POS-KUPANG.COM | BABAU -- Kasus kecelakaan lalulintas (Lakalantas) di Kabupaten Kupang paling banyak korban merupakan kaum milenial. Hal ini karena mereka tidak taat berlalulintas, apalagi dipicu dengan dugaan mereka telah mengkonsumsi minuman keras (miras) saat berkendaraan.

Kasat Lantas Polres Kupang, Iptu Andri Aryansyah,S.Ik menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (20/2/2019).

Andri menuturkan, kasus kecelakaan lalulintas di wilayah Polres Kupang memang seringkali terjadi. Dari data yang ada bahwa dalam kurun waktu Januari-Desember 2018 tercatat 207 kasus.

Rinciannya, meninggal dunia 44 kasus, luka berat 63 kasus dan luka ringan 318 kasus. Kerugian material mencapai Rp 943.260.000.

Intip Foto-foto BTS Saat Tur Jepang Pertama Kali 2015 dan 2019, Jungkook dan V Imut Banget!

Mustawan Sebut 21 Napi Rutan Bajawa Sudah dapat E - KTP

Mahasiswa di Maumere Ditangkap Karena Sebar Hoax Berikut 3 Kasus Hoax yang Hebohkan Masyarakat NTT

Menteri Perindustrian dan Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Temui 1000 Penerima PKH dan BPNT

Ditambahkannya, kasus lakalantas di area Kabupaten Kupang antara tahun 2017 dan 2018 mengalami penurunan yang luar biasa. Pada tahun 2017 kasus lakalantas berjumlah 255 kasus, meninggal dunia 63 kasus, luka berat 77 kasus dan luka ringan 389 kasus. Kerugian material mencapai Rp 965.425.000.

"Persoalan lakalantas terjadi karena faktor manusia. Dari data yang ada menunjukan bahwa korban lakalantas paling banyak adalah kaum milenial. Memang kita  belum rekap soal berapa prosentasenya tapi kaum milenial itu paling tinggi. Usia korban rata-rata 17-35 tahun," katanya.

Menurutnya, membangun kesadaran berlalulintas memang menjadi pekerjaan rumah bagi jajarannya untuk sosialisasi ke kaum milenial. Selama ini yang terjadi, kaum milenial tertib di jalan jika ada anggota polisi.

"Kalau ada polantas di jalan barulah mereka taat. Mereka tidak sadar akan keselamatan jiwa sendiri. Apalagi kalau sudah konsumsi miras baru mengendarai kendaraan. Ini yang kami sudah agendakan untuk lakukan kegiatan bernuansa milenial yang kemasan temanya soal berlalulintas," kata Andri.

PT PELNI Buka Lowongan Gaji Fantastis Dimulai Dari 4,3 Juta, Ini Syarat Lengkap dan Alur Pendaftaran

Ketua DPRD Dukung Kajian Sebelum Tutup TNK, Bila Ada Pertarungan Investasi Jangan Korbankan Rakyat

Apa Yang Dilakukan Warga Oebufu Kota Kupang Ini Patut Ditiru Loh

Di Satar Mese, Jaringan Listrik Datang Warga Keberatan Pohonnya Ditebang. Ini Langkah Camatnya !

Menurut Andri, turunnya angka lakalantas  tahun 2018 dibandingkan tahun 2017  karena pihaknya gencar melaksanakan  kegiatan pendidikan masyarakat (dikmas) di sejumlah sekolah dan di pangkalan ojek.

Selain itu, kegiatan tindak penegakan hukum (gakkum) setiap bulan ditingkatkan. Pihaknyapun mengoptipmalkan kegiatan patroli dan menempatkan anggota pada jalur rawan lakalantas.

"Kita giatkan operasi dengan tujuan menyadarkan pengendara untuk taat berlalulintas. Kecelakaan ini terjadi karena faktor kelalaian. Kami himbau kepada semua pengendara agar selalu berhati-hati dalam mengendarai kendaraan. Taati aturan sehingga selamat dari kecelakaan," pintanya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved