Dua Kasus Narkoba Pernah Terjadi di Belu, Ini Penjelasannya

Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Belu mencatat dua kasus narkoba pernah terjadi di Kabupaten Belu tahun 2018 yakni, kasus tembako gorila dan

Dua Kasus Narkoba Pernah Terjadi di Belu, Ini Penjelasannya
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS DEKLARASI ANTI NARKOBA---Para pelajar di Kabupaten Belu mendeklarasikan anti narkoba saat kegiatan lomba lari pelajar di Motaain, Desa Silawan, Kabupaten Belu, Rabu (20/2/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Badan Nasional Narkotika (BNN) Kabupaten Belu mencatat dua kasus narkoba pernah terjadi di Kabupaten Belu tahun 2018 yakni, kasus tembako gorila dan sabu-sabu.

Kedua kasus ini ditangani Polda NTT. BNN Kabupaten Belu belum pernah menangkap pelaku pengedar narkoba.

Hal itu dikatakan Kepala BNN Kabupaten Belu, Ferdinandus Bone Lau kepada Pos Kupang.Com saat ditemui di Motaain, Rabu (20/2/2019).

Menurut Ferdinandus, BNN terus memperketat pengawasan pengedaran narkoba di Kabupaten Belu dengan menempatkan petugas di sejumlah tempat seperti di Motaain. Selain itu bekerja sama lintas sektor untuk melakukan pengawasan.

Kabupaten Belu dinilai sebagai daerah yang rawan dengan narkoba karena merupakan daerah perbatasan antar negara. Belu merupakan pintu keluar masuk orang lintas negara sehingga menjadi rawan dengan aksi penyelundupan narkoba.

Ferdinandus mengatakan, upaya penyelundupan narkoba tidak saja lewat manusia tetapi lewat makanan, minuman bahkan ternak yang masuk dan keluar negara. Terkait banyaknya minuman asal Timor Leste yang beredar di Atambua, Ferdinandus sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar selalu mengawas sehingga minuman yang ilegal harus berantas.

Tenaga Kerja Asing asal China Diamankann Tim Pora Kabupaten Belu

Ferdinandus merasa senang karena saat ini sudah banyak elemen masyarakat di Kabupaten Belu yang berbicara tentang bahaya narkoba. Bahkan Yayasan Gratia Prima Indonesia turut mensosialisasikan bahaya narkoba kepada kalangan pelajar. Hal seperti ini harus terus dilakukan agar setiap orang bisa mawas diri dan berupaya untuk menghindari narkoba. (*).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved