Tenggelam di Cek Dam, Kupang Timur, Luis da Costa Sedih Kehilangan Cucu Semata Wayang

Luis da Costa, tidak bisa menyembunyikan kesedihan ketika melihat cucu semata wayangnya, Andreas de Carvalho (7). Luis bersama cucunya ini tinggal di

Tenggelam di Cek Dam, Kupang Timur,  Luis da Costa Sedih Kehilangan Cucu Semata Wayang
POS KUPANG.COM/: Edi Hayong
Korban Andreas de Carvalho ketika berada di rumah duka di Desa Oefafi, Kupang Timur, Selasa (19/2/2019) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI----Luis da Costa, tidak bisa menyembunyikan kesedihan ketika melihat cucu semata wayangnya, Andreas de Carvalho (7). Luis bersama cucunya ini tinggal di  RT 015/ RW 009, Desa Oefafi, Kecamatan  Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Selama ini Luis da Costa yang memelihara dan membesarkan korban bersama ibu kandungnya karena sang ayah korban tidak bertanggung jawab sejak korban masih dalam rahim ibunya.

Luis da Costa ketika ditemui POS KUPANG.COM di rumah duka di Desa Oefafi, Selasa (19/2/2019) dengan berlinang airmata menceritrakan kedekatannya dengan cucu semata wayangnya ini.

Dengan menggunakan bahasa Tetun dan sesekali bahasa Indonesia, Luis menjelaskan bahwa selama ini korban dan ibu kandungnya dia yang biayai hidup mereka. Pasalnya, sejak korban masih dalam rahim ibunya, ayah kandung korban sudah pergi entah kemana.

Dikatakannya, dia paling sayang cucunya ini. Biasanya ketika korban berangkat ke sekolah, selalu dimanja-manjai terlebih dahulu. Sebelum kejadian ini, ketika mau berangkat ke sekolah korban meminta uang jajan padanya tetapi saat itu dirinya tak ada uang.

BREAKING NEWS: Kristina Tewas Seketika di Gilas Truk di Jalan Mohammad Hatta-Ruteng

"Waktu dia jalan mau sekolah, dia minta uang di saya. Tapi saya bilang uang tidak ada jadi dia minta di mamanya. Kalau saya ada uang biasa saya kasih Rp 2.000-Rp 5.000. Anaknya paling penurut dan kalau pulang sekolah tidak pergi jauh dan langsung pulang.

Jam 10.00 biasanya sudah tiba tapi kemarin sampai jam 12.00 juga belum pulang makanya kami pergi cari dan dapat sudah meninggal di cekdam," kata Luis sambil berlinang air mata.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Kupang, Iptu Simson S L Amalo, S.H dari kronologi kejadian yang diterimanya dari Kapolsek Kupang Timur, IPDA Fery Nur Alamsyah (bukan Feri Polin, Red) bahwa pada  Senin tanggal 18 Februari 2019,

Bhabinkamtibmas yang meliputi (Desa Tuapukan, Desa Tanah Putih dan Desa Oefafi serta Kelurahan Merdeka) melaporkan,  ada kasus penemuan mayat atau mati tenggelam.

Anggota kemudian turun ke lokasi kejadian untuk mendapatkan informasi lengkapnya. Waktu kejadian diduga pada rentang waktu pukul 10.00 Wita - 12.00 Wita  di Embung (cekdam) Kampung Sabu RT.003 RW.001 Kelurahan Merdeka Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.

Dalam kasus ini korban atas nama, Paulus Gouveia (7) , Pelajar, Katholik, alamat RT 013 RW 008 Desa Oefafi, . Kupang Timur dan  Andreas de Carvalho (7), Pelajar, alamat RT 015 RW 009 Desa Oefafi Kecamatan Kupang Timur. (*)

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved