30 Taekwondoin SMA Regis Ujian Kenaikan Tingkat

Sekitar 30 taekwondon siswa SMA Reginas Pacis (Regis) Bajawa mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Periode I Universal Taekwondo

30 Taekwondoin SMA Regis Ujian Kenaikan Tingkat
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana saat para siswa SMA Regis menggelar Ujian Kenaikan Tingkat Periode I Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) tingkat Kabupaten Ngada, Minggu (17/2/2019). 

POS KUPANG.COM, BAJAWA -- Sekitar 30 taekwondon siswa SMA Reginas Pacis (Regis) Bajawa mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Periode I Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) tingkat Kabupaten Ngada di Aula Bappeda Kabupaten Ngada, Minggu (17/2/2019).
Semua perserta mendapatkan sabuk kuning.

Ujian Kenaikan Tingkat Periode I ini di hadiri oleh Sabuen Tingkat Provinsi NTT, Fuad Sauqi, S. Ag dengan pangkat Dan V Kukkiwon. Sabuen Fuad merupakan wasit taekwondo tunggal asal NTT di tingkat Internasional seperti wasit di Singapura, Malaysia, Korea Selatan dan bulan April kemarin pernah menjadi wasit di Jepang.

Legalitas sebagai pelatih dan wasit dibuat dalam bentuk sertifikat yang dikukuhkan oleh pusat taekwondo dunia di Korea Selatan dan tempat ujianya di Yogyakarta.

Dalam sambutanya saat menguji 30 anggota taekwondo, Sabuen Fuad mengatakan sejak tahun 1989 taekwondo sudah masuk NTT dan sejak saat itu juga, Ia sudah bergabung.

Di hadapan 30 an anggota taekwondo, ia menegaskan ikut taekwondo bukan untuk baku pukul atau jadi geng.
Tetapi melatih dan membina mental dan kepribadian yang berkarakter. Selain itu, agar para generasi harus dijejali oleh daya-daya positif.

"Bahwa kita sama-sama berusaha untuk mengembangkan taekwondo di NTT, sehingga harapan pada generasi NTT yang unggul dan berkarakter yang di dalamnya miliki kecerdasan spritual, sehat jasmani, kepribadian yang peka dan displin dapat terwujud, " ujar Sabuen Fuad.

Selain itu, ia menegaskan agar menjaga nama baik bela diri taekwondo. Rendah hati tidak boleh sombong dan menghargai sesama.

"Adik-adik, dimana saja, harus mampu menjaga nama baik taekwondo, saling menghargai, rendah hati dan harus mampu menjaga nama baik Lembaga Pendidikan Recis, entah masi menjadi siswa ataupun sudah alumnus. Sehingga moto hidupnya yakni sebaik-baiknya manusia adalah bermanfaat bagi orang lain, selalu menjadi mendorongnya untuk terus mengembangkan kebaikan lewat Taekwondo," ujarnya.

Ia mengaku lewat taekwondo dirinya bisa berbuat baik bagi sesama. "Lewat taekwondo saya bisa berbagi kebaikan bagi semua orang yang saya jumpai dalam hidup saya, "imbuhnya.

Pada kesempatan ini juga, Sabuen Taekwondo Ratu Damai, Yoan Siga mengatakan dirinya sangat mencintai taekwondo dan bergabung sejak tahun 2012 di Jogja. Hingga saat ini sudah banyak kejuaraan yang ia raih, baik tingkat nasional maupun internasional. Dan Ia juga bersyukur bisa menjadi pelatih (Sabuen) Ratu Damai SMAK Recis Bajawa.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Alfred Dama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved