Berita Pendidikan

Mahasiswa FISIP Unwira Kupang Dapat Banyak Pengetahuan, Ini Yang Dilakukan saat PKL

Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwira Kupang mengikuti kegiatan PKL di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Mahasiswa FISIP Unwira Kupang Dapat Banyak Pengetahuan, Ini Yang Dilakukan saat PKL
Hermina Pello
Mahasiswa Fisip Unwira Kupang PKL di Taebenu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Hermina Pello

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sebanyak 11 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Widya Mandira (Unwira) sementara mengikuti kegiatan PKL di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang.

Mahasiswa ini yakni Yehuna Anthonius Sunis, Viktor Banao, Roni Nofus, Yakob Alfin, Konsantius Nofu Maksi Atolo, Putu Arya Gunawan, Metodiuz O. Kolind, Ivonlitus Ratu Dalam, Cory Selvia Baha, dan Maria Melita Sartika.

Dalam PKL ini, sudah banyak kegiatan yang diikuti mereka, mulai dari pencanangan penanaman kelor, musyarawah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) dan kegiatan lainnya. Mereka juga baru mengetahui adanya gua Jepang di Desa Baumata Timur saat diajak oleh Camat Taebenu, Elly Manesi untuk melihat gua Jepang tersebut.

Ini Alasan, Sergio Ramos Ralat Pernyataan Sengaja Incar Kartu Kuning

Salah satu mahasiswa, Yehuna pada Sabtu (16/2/2019) mengatakan, sebagai mahasiswa mereka senang mengikuti PKL di Kecamatan Taebenu.

Sebelumnya mahasiswa ini juga diajak untuk melihat gua Jepang yang berada di Desa Baumata Timur oleh Camat Taebenu, Elly Manesi. Namun Gua Jepang itu belum dikelola menjadi tempat pariwisata padahal kalau dikembangkan akan menjadi tempat yang bagus, dimana masyarakat bisa sekaligus belajar mengenai sejarah.

Dengan mengunjungi gua Jepang tersebut maka mereka mengaku bisa belajar mengenai sejarah karena mendengar penuturan dari orang tua yang ada di desa Baumata Timur mengenai bagaimana orang Jepang saat tinggal di lokasi tersebut, bagaimana orang Jepang membuat jalan yang tersembunyi tapi tidak diketahui oleh musuh.

Mahasiswa, lanjutnya, juga belajar bagaimana proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari musrenbangdes.

Hairansyah Nilai Jokowi dan Prabowo Belum Paham Subtansi Reforma Agraria, Simak Penjelasannya

"Kami sebagai mahasiswa PKL merasa bangga karena diikutsertakan dalam kegiatan yang tidak pernah dilakukan di kampus. Selama ini kami belajar teori, namun baru kali ini kami melihat bahkan turut mengambil bagian dalam proses ini. Semoga apa yang kami punya dan kami berikan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas," kata Yehuna.

Dia mencontohkan saat ikut musrenbangdes di Desa Oeltua, dimana mereka juga ikut partisipasi aktif dalam musrebangdes tersebut, melihat dan memantau, apa yang dilakukan saat musrenbangdes.

"Musrenbangdes di Oeltua berlangsung dengan baik dan menarik. Saya katakan menarik karena dilaksanakan berdasarkan asas partisipatif, dan usulan dari masyarakat serta perankingan memang sesuai kebutuhan yang lebih mendesak ke yang kurang mendesak," ujarnya.

Prabowo Disebut Menguasai Lahan Ratusan Ribu Hektar, Begini Penjelasan Kementerian ATR BPN

Yehuna mengungkapkan program yang diusulkan dan menjadi prioritas dalam musrebangdes Oeltua antara lain, usaha babi durox, pemanfaatan pekarangan rumah untuk penanaman tanaman yang berguna untuk bahan makanan, pembangunan gedung sekolah SDN Binilaka, penyuluhan kesehatan reproduksi bagi masyarakat dan juga teknologi tepat guna yakni memanfaatkan kotoran ternak untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga antara lain penerangan dan juga untuk kompor gas dan lain.

Meskipun mereka adalah mahasiswa FISIP tapi saat ada kegiatan pencanangan penanaman kelor di Kecamatan Taebenu, mereka juga ikut berpartisipasi dengan menanam kelor.

Hasil Sementara Piala AFF U-22, Indonesia Kalah 1-0, Pertandingan Masih Berlangsung Live RCTI

"Kami ikut mendukung program gubernur provinsi NTT sehingga mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Unwira Kupang bersama tim dari Kecamatan Taebenu dan siswa-siswi SDI Saneno dan beberapa guru mereka dan aparat keamanan beserta beberapa kepala desa yaitu kepala desa Baumata Timur, Baumata dan kepala desa Bokong , melakukan penanaman," kata Yehuna

Menurut Yehuna, berdasarkan informasi dari Camat Taebenu, Elly Manesi bahwa pencanangan dilakukan serentak di Kabupaten Kupang. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved