Berita Kota Kupang Terkini

Tidak Boleh Marah Jadi Syarat Anggota Komunitas KH3

Komunitas ini sudah lama berdiri di Kota Kupang dan anggotanya cukup banyak. Syarat untuk menjadi anggota cukup unik yakni tidak boleh marah

Tidak Boleh Marah Jadi Syarat Anggota  Komunitas KH3
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Charles Pitoby (tengah), Tony Sinatra (ketiga dari kanan), Theodorus Widodo (ketiga dari kiri), dan beberapa pengurus klub KH3 sewaktu mengikuti olahraga hash di Pitoby Sport Center, Sabtu (9/2/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Komunitas ini namanya Kupang Hash House Harriers (KH3). KH3 sudah lama terbentuk di Kota Kupang. Untuk menjadi anggota, ada syarat unik  yaitu tidak boleh marah.

Hash ini telah terbentuk di seluruh dunia, dan di Indonesia, ada sekitar 300 hash yang terbentuk dan khusus di Kota Kupang , ada empat hash yang terbentuk.

"Kalau kami punya ini namanya Kupang Hash House Harriers atau KH3," jelas Hash Master (ketua) Klub HK3, Theodorus Widodo yang ditemui di Pitoby Sport Center, Kota Kupang, Sabtu (9/2/2019).

Penasihat Senior KH3, Charles Pitoby dalam kesempatan yang sama mengatakan, salah satu keunikan dari olahraga hash ialah peserta tidak boleh marah. "Ada tiga ciri khas dalam olahraga hash ini, yakni fun, fitness, dan friendship. Olahraga ini unik karena tidak hanya berolahraga tetapi juga bergembira ria dan menambah pertemanan," katanya.

Panitia penyelenggara Hash Nasional (Pan Indo Hash) menargetkan 2.000 orang akan mengunjungi NTT pada perayaan puncak Hash Nasional yang direncanakan pada tanggal 1-2 Agustus 2019.

Ketua Panitia Hash Nasional, Theodorus Widodo, mengatakan total orang (luar NTT) yang telah mendaftar dan dipastikan hadir pada perayaan tersebut sebanyak 1.540 orang. "Dan diperkirakan sekitar 2.000 orang akan hadir pada perayaan tersebut," kata Theodorus.

Mengenai perayaan Pan Indo Hash Theodorus mengatakan akan digelar ragam kegiatan. "Perayaan Pan Indo Hash nanti, hari pertama peserta akan jalan dari Kantor Gubernur ke Hotel Kristal. Malamnya ada acara bersama. Hari berikutnya bawa para pelari ke kaki gunung Fatuleu dan mereka akan berjalan sejauh 25 kilometer menuju puncak. Sekitar pukul 11.00, panitia antar lagi pelari yang akan tempuh jarak sejauh 10 kilometer, lalu pelari atau pejalan medium 6 kilo dan short 4 kilometer. Usai jalan itu, kita makan bersama di Fatuleu. Lalu kita kembali ke Bukit Intan Lestari,"ucapnya.

Besoknya, imbuhnya, para peserta akan dibawa ke daerah Patulesa dan kegiatannya hampir sama dengan hari sebelumnya. Di Bukit Intan Lestari, ada bazar sejak pagi.

"Kami beri tempat ke para pedagang UKM untuk menjual kulinernya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Lamawuran
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved