Simpan Uang Hasil Transaksi Narkoba Rp 62 M, Pria ini Divonis 7 Tahun Penjara Denda Rp 1 Miliar

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Pujo Saksono akhirnya menjatuhkan vonis 7 tahun penjara terhadap Adi Wijaya Yudi alias

Simpan Uang Hasil Transaksi Narkoba Rp 62 M, Pria ini Divonis 7 Tahun Penjara Denda Rp 1 Miliar
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Adi Wijaya Yudi alias Kwang saat jalani sidang vonis di PN Surabaya, Rabu (13/2/2019) 

POS KUPANG.COM - - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Pujo Saksono akhirnya menjatuhkan vonis 7 tahun penjara terhadap Adi Wijaya Yudi alias Kwang, terdakwa dugaan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil transaksi narkoba senilai Rp 62 miliar.

Tak hanya hukuman badan, terdakwa pun diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Vonis dibacakan pada sidang yang digelar di ruang Garuda PN Surabaya, Rabu (13/2/2019).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah terbukti bersalah sesuai pasal Pasal 4 UU RI No. 8 Tahun 2010 dan Pasal 5 Ayat 1 UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Hal yang memberatkan, terdakwa dinilai berbelit. Sedangkan, sikap sopan terdakwa dalam sidang dijadikan hakim sebagai pertimbangan yang meringankan.

Selama ini, terdakwa berdalih bahwa uang yang dimilikinya itu adalah titipan dari TKI yang ada di Taiwan untuk diserahkan ke pihak keluarga mereka. Namun berhasil dipatahkan oleh jaksa.

BREAKING NEWS: Didakwa Ujaran Kebencian, Semua Eksepsi Ahmad Dhani Ditolak Jaksa

"Unsur menyembunyikan asal usul terpenuhi, dengan cara menggunakan identitas nama orang lain," ujar hakim membacakan amar putusannya.
Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa Ali Prakoso dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Pada agenda sidang sebelumnya, terdakwa dituntut 8 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Saat mendengarkan putusan, terdakwa jalani sidang tanpa didampingi penasehat hukumnya. Tidak diketahui secara pasti alasan penasehat hukum terdakwa absen sidang. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved