Pria Ganteng ini Menganiaya Istri Sirih Hingga Wajahnya Lebam, Ini Pemicunya

Tersangka menganiaya istri sirihnya Wiwik Safutri (26) di muka umum tepatnya di depan rumah kontrakan Jalan Pagesangan IV Blok A/4.C Surabaya.

Pria Ganteng ini Menganiaya Istri Sirih Hingga Wajahnya Lebam, Ini Pemicunya
Ilustrasi KDRT 

POS KUPANG.COM - Agus Firman Saputro (40) warga Kedung Tarukan Baru 4B nomor 3 Kota Surabaya melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap istri sirihnya hingga babak belur.

Tersangka menganiaya istri sirihnya WS (26) di muka umum tepatnya di depan rumah kontrakan Jalan Pagesangan IV Blok A/4.C Surabaya.

Kapolsek Jambangan Kompol Khoirul Anam menjelaskan, tersangka memukul, menampar dan menendang korban berkali-kali hingga korban mengalami lebam di wajahnya.

"Penganiayaan itu mengakibatkan korban kesakitan di bagian kepala belakang," ungkapnya kepada Tribunjatim.com, Kamis (15/2/2018).

Khoirul Anam menyebutkan penganiayaan ini dipicu tersangka meminta uang hasil gadai motor Rp 3 juta. Namun ternyata korban belum menggadaikan motor itu sehingga tidak bisa memberikan uang yang diminta suaminya itu.

Korban sudah berupaya menjelaskan bahwa motor itu belum digadaikannya. Namun tersangka tetap ngotot memaki korban sembari meminta secara paksa uang tersebut.

Pelecehan Seksual Diduga Dilakukan Guru SD, Korban Masih Trauma

BREAKING NEWS: Didakwa Ujaran Kebencian, Semua Eksepsi Ahmad Dhani Ditolak Jaksa

Merasa keinginannya tidak dipenuhi tersangka yang cenderung mempunyai perilaku temperamen itu menganiaya istri sirihnya.

"Penganiaayan itu berhenti saat warga melihat kejadian itu di luar rumah kontrakan. Tersangka melarikan diri meninggalkan korban," jelasnya kepada Tribunjatim.com

Korban melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Jambangan. Sayangnya status perkawinan sirih korban dengan tersangka tidak diakui hukum karena itulah tidak bisa dijerat pasal KDRT.

Tersangka disangkakan pasal 351 tentang penganiayaan

"Tersangka ditangkap saat hendak kabur mengambil barang miliknya di dalam rumah kontrakan," pungkas Khoirul Anam. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved