Pemusnahan Sopi oleh Polisi Dikritik Masyarakat, Ini Penjelasan Kapolres Mabar

pihak kepolisian menyita dan memusnahkan sopi di Kuwus sebanyak 1.785 liter pada Senin (11/2/2019). Sebelumnya juga menyita 5.400 liter di Terang.

Pemusnahan Sopi oleh Polisi Dikritik Masyarakat, Ini Penjelasan Kapolres Mabar
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Pemusnahan sopi di Kuwus Mabar, Senin (11/2/2019) 

Pemusnahan Sopi oleh Polisi Dikritik Masyarakat, Ini Penjelasan Kapolres Manggarai Barat

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Penanganan peredaran Minuman Keras (Miras) jenis sopi di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) oleh pihak kepolisian, mendapat sorotan dari masyarakat bernada kritik kepada kepolisian.

Untuk diketahui, pihak kepolisian menyita dan memusnahkan sopi di Kuwus sebanyak 1.785 liter pada Senin (11/2/2019). Sebelumnya juga menyita 5.400 liter di Terang.

Selain ramai di media sosial, sorotan terhadap pihak kepolisian juga disampaikan oleh pengacara muda di Mabar Iren Surya kepada POS--KUPANG.COM, Kamis (14/2/2019).

"Sopi di Manggarai raya adalah kearifan lokal yang terus hidup dan harus dilindungi karena disamping untuk keperluan acara adat juga sebagai sumber penghasilan bagi masyarakatnya. Apa yang dilakukan Polres Mabar sangat bertentangan dengan Kapolda NTT yang sangat mendukung rencana legalkan sopi di NTT seperti yang pernah diberitakan oleh salah satu media," kata Iren.

Bawaslu Sumbar Rekrut 329 Pengawas TPS

Hari Valentine, Peserta Antusias Donor Darah di Hotel Neo, di Jalan El Tari Kupang

Rayakan Valentine, Hotel Neo El Tari Kupang Adakan Donor Darah

Untaian Doa Terus Mengalir untuk Ani Yudhoyono, Ini Penyakit Yang Dideritanya dan Penyebabnya

Iren menegaskan bahwa pemusnahan sopi bukan solusi bagi masyarakat.

"Kalau kehadiran polisi di Mabar hanya mengurus dan menangkap penjual sopi, sama halnya negara hadir membawa bencana. Mestinya negara hadir melindungi masyarakat agar mendapat perlindungan secara hukum," tegas Iren.

Dia juga menanyakan kenapa persoalan sopi di Terang, pihak kepolisian menetapkan tersangka sementara penyitaan dan pemusnahan sopi di Kuwus tidak ada tersangkanya.

"Ini berarti ada standar ganda yang digunakan oleh pihak kepolisian. Kenapa bisa begitu," tanya Iren.

Terpisah Kapolres Manggarai Barat (Mabar), AKBP Julisa Kusumowardono, SIK menjelaskan bahwa pihaknya melakukan itu karena punya itikad baik untuk perkembangan generasi muda di Mabar.

Halaman
123
Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved