Dana Desa Rp 100 Juta di Nifunenas Kabupaten TTU Raib

Dana Desa senilai Rp. 100.500.000 di Desa Nifunenas, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dilaporkan raib.

Dana Desa Rp 100 Juta di Nifunenas Kabupaten TTU Raib
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Terdakwa kasus korupsi dana desa di Desa Lanaus, Kabupaten TTU, Edwin Liem 

Dana Desa Rp 100 Juta di Nifunenas Kabupaten TTU Raib

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-  Dana Desa senilai Rp. 100.500.000  di Desa Nifunenas, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dilaporkan raib.

Dana desa itu, diketahui disimpan oleh Bendahara Desa Nifunenas, dan dinyatakan hilang sejak akhir bulan Januari 2019 lalu dan hingga saat ini belum ditemukan.

Kepala Desa Nifunenas, Albertus Metboki langsung melaporkan kehilangan uang tersebut kepada pihak Kepolisian Resor TTU untuk diproses lebih lanjut.

Albertus Metboki kepada POS-KUPANG.COM melalui sambungan telepon Rabu (13/2/2019) pagi, mengatakan, dana desa tersebut dilaporkan hilang sejak tanggal 30 Januari 2019 di rumah bendahara desa, Agustinus Pineon.

BREAKINGNEWS: Gertak Kepala Desa dengan Masalah Dana Desa, Oknum Wartawan Raup Rp 40 Juta

Alokasi Dana Desa di Sumba Tengah Meningkat, Tahun 2019 Mencapai Rp 70 Miliar

Meski telah hilang sejak akhir Januari, kata Albertus, bendahara baru menyampaikan kepada Albertus Metboki tanggal 8 Februari 2019.

"Baru pada tanggal 8 Februari dia menyampaikan kepada saya. Sedangkan setiap hari dia ke kantor desa tapi tidak memberitahukan hal itu kepada saya. Selama ini dia diam-diam saja," ungkap Albertus.

Menurut Albertus, pihaknya telah berupaya melakukan pencarian selama tiga hari. Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena dana desa yang hilang tak kunjung ditemukan.

Albetus kemjudian memutuskan untuk mendatangi Polres TTU, melaporlan peristiwa pencurian tersebut untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Anggaran Dana Desa di TTU Tahun 2019 Capai Rp 160 Miliar Lebih

Gubernur Viktor Laikodat : Dana Desa Bisa Dicairkan Jika Bumdes Miliki Minimal Satu Komoditi

"Akhirnya pada tanggal 11 Februari, kami melaporkan masalah ini ke polisi. Dan,  kami sudah diperiksa oleh pihak keopolisian," ujar Albertus.

Albertus menduga, dana desa di Desa Nifunenas tersebut tidak hilang, namun pengelolaan antara bendahara dan PPK yang dinilai tidak jelas.

Pasalnya, kata Albertus, proses pembayaran terhadap HOK dan pembelanjaan material lokal di desa itu tidak diketahui oleh dirinya sebagai kepala desa. Selain itu proses pembayaran juga tidak dilakukan di kantor desa setempat. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved