Bupati Sabu Raijua Siapkan Infrastruktur untuk Pariwisata

Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, mengatakan, pemerintahannya sedang mempersiapkan infrastruktur untuk penataan pariwisata.

Bupati Sabu Raijua Siapkan Infrastruktur untuk Pariwisata
POS-KUPANG.COM/Ambuga Lamawuran
Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, sewaktu memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (14/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bupati Sabu Raijua yang baru saja dilantik, Nikodemus Rihi Heke, mengatakan, pemerintahannya sedang mempersiapkan infrastruktur untuk penataan pariwisata. Salah satu tempat wisata yang terkenal adalah Kelabba Maja.

Dikatakan oleh Nikodemus, salah satu persoalan yang dihadapi kabupatennya ialah infrastruktur. "Kami sedang siapkan infrastruktur di tempat wisata Kelabba Maja ini. Kita harapkan juga bantuan dari provinsi dan kementerian. Provinsi sudah siapkan beberapa lopo. Beberapa hotel juga sudah disiapkan," kata Nikodemus kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Pembangunan Puskesmas Betun Belum Rampung, Ini yang Dilakukan Kontraktor

Dikatakan, pihaknya mencoba mengetahui apa yang dikehendaki oleh para wisatawan.

"Mereka itu sebenarnya ingin santai. Santai itu maksudnya biar tempatnya tidak mewah tetapi nyaman dan bersih," katanya.

Karena itu, dia mendorong masyarakat yang ada di sekitar area wisata untuk mempersiapkan tempat tinggalnya agar nanti bisa dimanfaatkan.

CIS Timor dan Kompak Gelar Diskusi Rawat Keberagaman

"Kami dorong masyarakat untuk siapkan rumahnya secara baik juga bersih, supaya wisatawan nanti bisa tinggal. Seperti home stay begitu," ujarnya.

Selain itu, sambungnya, mereka juga mempersiapkan kuliner-kuliner agar bisa dinikmati para wisatawan nanti.

"Begitu juga dari bidang budaya lain. Antara lain atraksi-atraksi. Soal bandara, kami sedang siapkan. Kita harap kementerian bisa bantu agar bisa segera selesai," harapnya.

Kembangkan Lontar Hibrida

Bupati Nikodemus menerangkan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan lontar hibrida. Lontar jenis hibrida ini telah dibudidayakan di kabupaten Sabu Raijua, dan sudah menampakkan hasil.

"Kami sedang tanam lontar hibrida. Karena lontar ini walaupun masih pendek tetapi sudah bisa hasilkan air tuak. Kita upaya produksi banyak. Sejak tahun 2017, kita coba tanam 300 anakan hasil silang serbuk. Dan yang telah jadi 127 pohon. Artinya, 30 persen berhasil," ungkapnya.

Karena lontar hibrida ini pendek, ujarnya, nanti anak-anak dan para perempuan juga bisa menyadapnya.

"Selama ini karena tinggi, hanya laki-laki dewasa yang bisa sadap. Tetapi lontar hibrida ini pendek. Kita harapkan nanti anak-anak dan perempuan bisa sadap," harapnya.

Lontar jenis ini akan ditanam di seluruh wilayah Sabu Raijua. "Kalau produksi banyak, nanti kita bisa bikin pabriknya. Lontar ini antara 2 sampai 3 tahun sudah keluarkan mayang sehingga bisa disadap. Kalau alami, bisa butuh waktu sekitar enam tahun," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran)

Penulis: Lamawuran
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved