Pemkab Malaka Lakukan Penanganan Bencana Banjir yang Lebih Tepat

Pola penanganan yang sudah dilakukan yaitu membangun tanggul sepanjang bantaran kali Benanain guna menahan banjir agar tidak meluap ke permukiman

Pemkab Malaka Lakukan Penanganan Bencana Banjir yang Lebih Tepat
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran bersama pimpinan OPD saat memantau tanggul penahan banjir di sepanjang daerah aliran sungai Benanain, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas

POS KUPANG.COM| BETUN----Pemerintah Kabupaten Malaka dibawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran memberikan perhatian yang besar terhadap masalah bencana banjir di Malaka.

Pemerintah melakukan penanganan bencana banjir dengan model yang lebih tetap dan benar-benar mengatasi masalah utamanya.

Pola penanganan yang sudah dilakukan yaitu membangun tanggul sepanjang bantaran kali Benanain guna menahan banjir agar tidak meluap ke permukiman masyarakat.

Kemudian melakukan normalisasi kali di daerah yang terlihat dangkal agar banjir mengalir pada alur air tepat. Selain itu itu, melakukan pembersihan rutin endapan lumpur atau sedimentasi agar kali tidak terlihat dangkal.

Model penanangan banjir seperti ini telah memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat Malaka, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar kali Benanain. Masyarakat tidak lagi merasakan bencana banjir dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran ketika melakukan pengecekan tanggul sepanjang daerah aliran sungai Benanain, Selasa (12/2/2019) mengatakan, ia akan terus mengecek kondisi tanggul yang sudah dibangun pemerintah. Tujuannya untuk memastikan kondisi tangggul tersebut.

Sebab, Pemerintah Kabupaten Malaka telah membangun tanggul berkilo-kilo panjangnya dengan tujuan untuk menyelamatkan manusia dan harta bendanya dari ancaman bencana banjir. Pola penanganan banjir seperti ini sudah sangat tepat karena hasilnya sudah terbukti. Oleh karena itu, kondisi ini harus terus diperhatikan oleh pemerintah.

Pemerintah mesti memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar daerah sungai agar tidak menjadi korban bencana banjir.

Setelah pemerintah membangun tanggul, masyarakat sudah bisa menggarap lahan pertanian di sekitar bantaran kali. Masyarakat bisa menanam jagung, pisang dan tanaman lainnya karena sudah luput dari banjir.

Pantuan Pos Kupang.Com, pengecekan tanggul penahan banjir tersebut mulai dari wilayah Hatimuk, Kleseleon hingga Besikama.

Bupati memantau setiap titik tanggul guna memastikan kondisinya. Hadir dalam kegiatan tersebut yakni, Kadis PUPR, Yohanes Nahak, Kadis Kominfo, Albertus Bria, Kadis Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan, Yohanes Bernando Seran, Kaban BPBD, Gabriel Seran beserta staf Dinas PUPR. (jen/Adv).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved