Kasus Pembunuhan Bernadus Tubun di Kabupaten Lembata, Bonefasius Mimpi Didatangi Korban

Gara-gara terus didatangi arwah korban, pelaku pembunuhan di Lembata jujur ke jaksa

Kasus Pembunuhan Bernadus Tubun di Kabupaten Lembata,  Bonefasius Mimpi Didatangi Korban
POS-KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Jaksa amar Denny Hari 

Kasus Pembunuhan Bernadus Tubun di Kabupaten Lembata

Bonefasius Mimpi Didatangi Korban

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA-  Bonefasius Baha, oknum yang membantu Bruno Bawang menggorok leher Bernadus Tubun, mengaku sering didatangi arwah korban dalam mimpi. Setiap kali datang, korban memintanya untuk jujur mengakui semua perbuatan bersama Bruno saat menghabisinya di kebun.

Pengakuan Bonefasius itu disampaikan kepada Jaksa Penuntut Umum, Amar Denny Hari setiap kali oknum pelaku itu hendak mengikuti sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lembata. "Bonefasius cerita bahwa arwah korban selalu mendatanginya saat tidur," ujar Amar.

Setiap kali datang, ungkap Amar mengutip cerita Bonefasius, korban hanya meminta agar Bonefasius berkata jujur dan mengakui perbuatan kalau dirinya telah membantu Bruno Bawang saat menghabisi korban.

Lantaran selalu didatangi arwah penasaran, katanya, Bonefasius dan Bruno mengungkapkan semua tindakannya itu saat mengikuti sidang di PN Lembata.

Pengakuan kedua terdakwa itu amat membantu proses persidangan kasus pembunuhan Bernadus Tubun di Desa Karangora, Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata18 September 2017 silam.

Kasus pembunuhan itu, lanjut dia, terjadi pada 18 September 2017. Namun korban baru ditemukan dua hari kemudian, yakni 20 September 2017.

Saat ditemukan, jasad korban mulai membusuk dengan luka-luka di bagian wajah. Bahkan mata kanan korban juga sudah hilang.

Halaman
12
Penulis: Frans Krowin
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved