Ini Isu yang Dibahas, Radikalisme, Intoleran, SARA dan Hoax Jelang Pemilu 2019

Tiga pembicara akan dihadirkan guna berbicara soal isu radikalisme, intoleran, SARA dan hoax jelang Pemilu 2019.

Ini Isu yang Dibahas, Radikalisme, Intoleran, SARA dan Hoax Jelang Pemilu 2019
POS-KUPANG.COM/DOK
Ketua GMNI Manggarai 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Tiga pembicara akan dihadirkan guna berbicara soal isu radikalisme, intoleran, SARA dan hoax jelang Pemilu 2019.

Ketiga pembicara itu yakni Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK, Dandim 1612 Manggarai, Letkol Inf. Rudi Markiano Simangunsong, S.Sos dan Kepala Kesbangpol Manggarai, Heri Ngabut.

Ketiga pembicara ini akan berdiskusi dengan publik di Kantor RSPD Manggarai, Jumat (15/2/2019) mendatang.

Demikian Rikardus Joman, Ketua GMNI Cabang Manggarai dalam relese kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Rabu (13/2/2019) sore.

Ia menjelaskan, dialog interaktif tema “Meredusir Isu Radikalisme, Intoleran, SARA dan Hoax Jelang Pemilu 2019 Di Kabupaten Manggarai didasari Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kurang dari 500 suku bangsa lebih dari 300 macam budaya, lebih dari 700 bahasa dan juga keragamana agama/kepercayaan.

"Ini semua merupakan aset aset kekayaan Bangsa Indonesia. Namun, dibalik perbedaan yang ada seperti suku, agama, ras, etnis, dan antar golongan tersebut, isu agama seringkali dimanfaatkan oleh oknum/kelompok yang tidak bertanggung jawab dalam memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Rikardus.

Ia mengungkapkan, paham radikalisme merupakan suatu aliran yang mengejawantahkan prilaku intoleran dan aliran garis keras yang menantang Ideologi Negara Pancasila.

Limbah RPH Oeba : Jefri Riwu Kore Tegaskan Sudah Lapor Polisi untuk Proses Hukum

"Ideologi Pancasila yang merupakan asas tunggal ideologi yang digunakan oleh bangsa Indonesia saat ini mengalami maraknya ancaman dari aliran-aliran represif dan radikalis.

Hal tersebut sungguh membutuhkan upaya-upaya konkret dari pemerintah terkait maupun para aktivis baik dari kalangan mahasiswa maupun pemuda umumnya untuk menangkal adanya gerakan-gerakan anti pancasilais tersebut," ujar Rikardus.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved