Dugaan Korupsi Bidikmisi 2016, Politani Siap Penuhi Panggilan Penyidik Jika Diminta

Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang sebagai sebuah lembaga pendidikan menghormati proses dan langkah hukum yang sedang berjalan terkait kasu

Dugaan Korupsi Bidikmisi 2016, Politani Siap Penuhi Panggilan Penyidik Jika Diminta
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Direktur Politani Negeri Kupang Ir Thomas Lapenangga M.Si 

Laporan Reporter POS-KUPANG, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang sebagai sebuah lembaga pendidikan menghormati proses dan langkah hukum yang sedang berjalan terkait kasus dugaan korupsi dana Bidikmisi pada tahun 2016.

Kasus dugaan korupsi ini menyeret nama Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan kampus pertanian negeri itu.

Direktur Politani Negeri Kupang, Ir Thomas Lapenangga kepada POS-KUPANG.COM mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan terkait dua kasus korupsi dalam lembaga itu yang saat ini tengah berada di tangan penyidik Polda NTT.

Ia menjelaskan, pihak lembaga tidak mengintervensi proses hukum yang tengah berlangsung untuk kasus dugaan korupsi yang dinilai merugikan negara Rp 2,4 miliar itu.

“Kita tidak mau salah menyikapi sehingga dapat menimbulkan kekeliruan, saya secara pribadi dengar juga persoalan hukum itu. Sebagai lembaga, kita menghormati dan mengikuti proses hukum itu sampai dimanapun tahapannya,” ujar Thomas.

Letkol Kav Suteja Terkesan Ende, Terharu  Saat Programnya Dinikmati Masyarakat

Ia juga menyampaikan bahwa secara lembaga pihaknya menjaga keseimbangan dalam persoalan itu, dan meminta mahasiswanya serta seluruh civitas akademika untuk melihat persoalan yang dihadapi secara jernih dan realistis.

“Secara lembaga kita juga menjaga keseimbangan karena tugas kita membina orang muda, jadi kita minta orang muda melihat hal ini secara jernih dan realistis, bahwa ada yang dapat memberikan sanksi jika terjadi penyelewengan,” lanjut Thomas.

Ia bahkan mempertanyakan posisi kasus tersebut sudah sampai dimana.

“Yang pastinya itu sudah posisi dimana? P21 atau belum? Kalau P21 berarti tinggal ‘menghadap meja’ saja, tetapi informasi pastinya (dari kepolisian) sampai dimana kami belum dapat,” Thomas menambahkan.

Sebagai lembaga, lanjut Thomas, Politani Negeri Kupang tidak menutup diri untuk membantu para pihak menyelesaikan persoalan kasus dugaan korupsi di tubuh lembaga yang ia pimpin itu.

“Kita tidak menutup diri, kalau kita dari lembaga diminta ya kita datang, ini persoalan personil masing-masing orang, sehingga tiap orang bertanggung jawab menyelesaikannya,” katanya.

Ia hanya menyampaikan bahwa lembaga tidak akan mengintervensi kasus ini karenaya lembaga  mengembalikan kepada pribadi masing-masing sesuai posisi jabatan dan peran. Intinya ia berpesan agar sebagai pejabat publik di lingkungan kampus, hendaknya tetap mawas diri dan jangan sampai keliru dalam bertindak.(*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved