Besok, Rektor Unkriswina Jelaskan Pemberhentian Dosen Mariana

Rektor Unkriswina Sumba Pdt. Norlina Rambu Jola Kalunga, S.Si (Teol).,M.Si meminta POS-KUPANG.COM, Kamis untuk menjelaskan

Besok, Rektor Unkriswina Jelaskan  Pemberhentian Dosen Mariana
pos kupang.com, robert ropo
Ilustrasi: Mahasiswa Unkriswina sedang mengikuti seminar Nasional. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Rektor Unkriswina Sumba Pdt. Norlina Rambu Jola Kalunga, S.Si (Teol).,M.Si meminta Kepada POS-KUPANG.COM agar besok, Kamis (14/2/2019) baru menjelaskan di Kampus Unkriswina terkait pihak Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) yang memberhentikan dosen atau Pegawai Pendidik Tetap di Institusi unkriswina Sumba.

"Terkait itu besok saja, baru datang di kampus nanti kita ketemu di Kampus, karena ini terkait masalah di Kampus,"ungkap Pdt. Norlina saat dihubungi POS-KUPANG. COM melalui telepon WatsApp, Rabu (13/2/2019) sore.

Sementara itu, Mariana Silvana Moy, SP., M.Si dalam Press Realise kepada Wartawan di Cafe Eldorado, Kota Waingapu, Rabu (13/2/2019) siang, mengatakan sementara hasil konfirmasi dari Unkriswina Sumba dan jawaban pihak Unkriswina dimana dasar pemberhentian itu melalui perjanjian ia sebagai lanjutan dari SK pengangkatan dosen tetap untuk pengurusan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN),

Gaji Pendamping Desa Cuma Rp 1,5 Juta, Ibarat Besar Pasak dari Tiang

dimana menyatakan jika dalam dua tahun Ia tidak memenuhi NIDN dan jabatan fungsional maka siap diberhentikan. Mariana telah memasukan dokumen Jafa namun Senat Fakultas tidak setuju dengan alasan terkait tata krama,

namun akhirnya di kirim. Selain itu, Unkriswina telah memasukan SK pemberhentian atas permintaan Mariana sendiri ke Forlap Dikti dan telah disetujui.

Mariana juga mengatakan, menurut PR I mekanisme pemberhentian di Unkriswina sebagaimana mestinya, biar selevel profesor pun dapat diberhentikan.

Dan legalitas Riset Dikti Mariana merupakan tanggung jawab Mariana ke Dikti untuk diselesaikan karena uang telah diberikan, sehingga tidak ada masalah jika diberhentikan sebelum Riset Dikti berakhir November 2018.

Mariana menolak surat keputusan (SK) Pemberhentian atas Dasar Permintaan Sendiri yang dikeluarkan oleh Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) dengan Nomor Keputusan 034/B/2/YSW/XII/2018. SK tersebut ditetapkan pada tanggal 12 Desember 2018 di Salatiga dan berlaku surut dimana pemberhentian sejak 1 Agustus 2018.

Dalam SK itu, Mariana diberhentikan sebagai Dosen atau pegawai Pendidik Tetap Unkriswina Sumba atas dasar permintaan sendiri. SK Pemberhentian itu sendiri diterima Mariana pada tanggal 16 Januari 2019, sementara surat pengantar SK tertanggal 14 Januari 2019.

Halaman
123
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved