169 Warga Kabupaten Ende Terkena Gigitan Hewan Penular Rabies

Waspada Rabies. SelamaJanuari 2019 tercatat 169 orang warga Kabupaten Ende terkena gigitan hewan penular rabies (HPR)

169 Warga Kabupaten Ende Terkena Gigitan Hewan Penular Rabies
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Korban gigitan anjing di Kabupaten Ende disuntik VAR 

169 Warga Kabupaten Ende Terkena Gigitan Hewan Penular Rabies

Laporan Reporter Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius
POS-KUPANG.COM | ENDE- Selama  Januari 2019 tercatat sudah 169 orang warga Kabupaten Ende yang terkena gigitan hewan penular rabies (HPR) berupa anjing, kucing dan kera. Dari 169 orang tersebut satu dinyatakan positif mengandung penyakit rabies.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Vitalis Kako yang dikonfirmasi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Sis Bendu,mengatakan hal itu kepada POS-KUPANG.COM di Ende, Rabu (13/2/2019).

Sis Bendu mengatakan, keberadaan penyakit rabies masih menjadi momok bagi masyarakat Kabupaten Ende .

Karena itu,  ia berharap masyarakat waspada dengan keberadaan penyakit tersebut.

Sis Bendu mengatakan, dari 3 jenis HPR yang paling dominan adalah anjing karena hewan itu selama ini paling dekat dengan manusia serta populasinya juga banyak dibandingkan kucing ataupun kera.

Dengan demikian, anjing lah yang justru menjadi hewan utama penyebar penyakit rabies.

Sis Bendu mengungkapkan, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit rabies kepada manusia, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende saat ini menyiapkan obat anti rabies dan memberikan suntikan kepada siapa saja yang terkena gigitan hewan penular rabies. Suntikan yang diberikan berupa VAR dan SAR.

Saat ini Vaksin Anti Rabies (VAR) yang tersedia di Dinas Kesehatan Kabupaten Ende sebanyak 1000 ampul dan akan bertahan hingga 3 bulan kedepan.

Jumlah tersebut, katanya, akan bertambah karena Dinas Kesehatan Kabupaten Ende masih memiliki stok VAR di Dinas Kesehatan Provinsi NTT yang belum diambil.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved