Pemda Ende Renovasi Museum Tenun Ikat

Asyik, Pemda Ende mulai renovasi Museum Tenun Ikat. Tempat ini bisa dijadikan destinasi wisata baru di Kota Ende.

Pemda Ende Renovasi Museum Tenun Ikat
CHIQUITA C MARBUN
Hasil tenunan yang berukuran cukup panjang seperti sarung ini dikenakan oleh kaum perempuan. Tenun flores di Ende, Nusa Tenggara Timur. 

Pemda Ende Renovasi Museum Tenun Ikat 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius
POS-KUPANG.COM | ENDE- Museum tenun ikat yang terletak di Ruas Jalan Soekarno, Kota Ende, mulai direhab. Museum yang sebelumnya rusak kini direnovasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende dan saat ini kondisi museum tersebut sudah layak untuk dimanfaatkan.

Plt Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Kornelis Wara SH mengatakan hal itu ketika ditemui POS-KUPANG.COM Ende, Selasa (12/2/2019).

Kornelis mengakui, sebelumnya museum tersebut dalam kondisi rusak sehingga terkesan tidak layak dipakai untuk acara-acara pemerintahan atau masyarakat.

Kalaupun dipakai, kata Kornelis, karena terpaksa saja. Karena itu,  pada tahun 2018 lalu Dinas P dan K Kabupaten Ende melakukan perbaikan sehinggga kondisinya kembali baik atau layak untuk dipergunakan.

Kornelis menjelaskan, bangunan utama yang diperbaiki, pemerintah juga memperbaiki 5 lopo di lokasi itu.

Ini Alasan Sehingga Lopo Rusak di Museum Tenun Ikat Ende Belum Diperbaiki

Museum Tenun Ikat Ende Jadi Ajang Hunting Fotographer

Menurut Kornelis, museum tenun ikat sebenarnya dikelilingi 20 lopo yang saat ini  kondisinya sudah rusak dan tidak layak pakai. 

Namun karena keterbatasan dana, katanya, untuk sementara hanya 5 lopo diperbaiki. Sedangkan sisanya baru diperbaiki di tahun-tahun mendatang sesuai dengan ketersediaan dana yang dimiliki pemerintah.

“Kalau dana mencukupi kita sih berharap semua yang rusak diperbaiki. Namun karena keterbatasan dana maka pelaksanaan perbaikan diprioritaskan terlebih dahulu pada lopo yang memang kondisinya sudah parah atau memang sudah tidak bisa dipergunakan lagi,” kata Kornelis.

Kornelis berharap, dengan diperbaiki museum tenun ikat maka diharapkan acara-acara pemerintah maupun swasta atau masyarakat umum bisa memanfaatkan keberadaan museum tersebut.

Menurut Kornelis, museum tersebut tidak semata-mata dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan pemerintah namun terkadang dijadikan sebagai lokasi foto oleh warga maupun sebagai latar belakang pengambilan video.

Hal itu menurutnya, juga baik karena masyarakat terutama warga dari luar Kabupaten Ende sudah bisa melihat keberadaan rumah adat karena keberadaan museum dibuat menyerupai rumah adat yang ada di Kabupaten Ende.

“Kita sih berharap agar para wisatawan bisa mendatangi lokasi wisata atau rumah adat yang ada di Kabupaten Ende namun mungkin karena keterbatasan waktu mereka tentu sudah bisa melihat keberadaan rumah adat yang ada di Kabupaten Ende hanya dengan mendatangi museum tenun ikat,” kata Kornelis.

Kornelis berharap, museum tenun ikat hendaknya bisa dijaga dengan baik oleh para pengunjung dengan tidak melakukan aksi vandalisme atau tindakan yang melanggar norma-norma kesusilaan. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved