BREAKING NEWS: 338 Orang Terserang DBD, Delapan Pasien Meninggal Dunia

Dari total 338 pasien DBD yang ditangani tersebut, delapan pasien DBD diantaranya nyawa tak bisa tertolong alias meninggal dunia.

BREAKING NEWS: 338 Orang Terserang DBD,  Delapan Pasien Meninggal Dunia
POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
MERATAP---Keluarga sedang meratap tangis jenazah korban Anastasia Clarita Ina korban DBD. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU----Wabah demam berdarah dangue (DBD) di wilayah Kabupaten Sumba Timur semakin darurat, pasalnya pasien yang menderita DBD terus meningkat tajam.

Total hasil rilis dari tiga Rumah Sakit yang ada di Kota Waingapu yakni RSK Lindimara, RSU Imanuel Waingapu, dan RSUD Umbu Rara Meha Waingapu sejak dari tanggal 1 Januari 2019 sampai tanggal 12 Frebuari 2019 sudah 338 pasien DBD yang ditangani ketiga Rumah Sakit itu.

Dari total 338 pasien DBD yang ditangani tersebut, delapan pasien DBD diantaranya nyawa tak bisa tertolong alias meninggal dunia.

Pasien DBD yang terakhir meninggal adalah seorang Balita Anastasia Clarita Ina (4), warga RT 03/RW 01 Kelurahan Lamba Napu, Kecamatan Kambera. Anak itu meninggal dunia saat menjalankan perawatan di RSK Lindimara Waingapu dan meninggal dunia, Senin (11/2/2019) malam hari.

Direktur RSK Lindimara Dr.Alhairani K.L.M.Mesa kepada POS-KUPANG. COM melalui pesan WatsApp, Selasa (12/2/2019) siang mengatakan pasien DBD yang dirawat di RSK Lindimara terhitung dari tanggal 1 Januari 2019 sampai 12 Frebuari 2019 sebanyak 88 pasien.

Kata Dr. Alhairani, dari 88 pasien DBD itu, tiga diantaranya meninggal dunia. Pasien terakhir meninggal yaitu anak kecil bernama Anastasia Clarita Ina (4) warga Lambanapu, Senin (11/2/2019) malam.

Di Lembata, NTT, Jaksa Minta BPK Segera Audit Dana Hari Nusantara

Direktur RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Dr. Lely Harakai, M.Kes kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (12/2/2019) juga menjelaskan pasien yang positif DBD yang dirawat di RSUD dari tanggal 1 Januari 2019 sampai tanggal 11 Frebuari 2019 sebanyak 148 orang pasien DBD.

Dari total 148 pasien yang menderita DBD itu, lima diantaranya nyawanya tak bisa tertolong alias meninggal dunia.

"Total DBD sampai tanggal 11 Frebuari 2019 sebanyak 145 orang, sampai dengan tadi tambah 3 pasien dari kemarin jadi total 148 orang pasien, meninggal 5 orang,"tulis Dokter Lely di pesan WatsAppnya.

Dr. Lely juga mengatakan pasien terakhir yang meninggal di RSUD itu adalah seorang anak kecil jenis kelamin perompuan dengan usia 5 tahun dengan alamat Nggoa, Kecamatan Ngaha Ori Angu (Nggoa) Kabupaten Sumba Timur.

Anak itu meninggal saat menjalani penangan perawatan di RSUD itu, Minggu (10/2/2019).

"Meninggal kemarin, anak kecil perompunan usia 5 tahun dari Nggoa,"kata Dr. Lely.

Direktur RSU Imanuel Waingapu, Dr. Danny Christian kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (12/2/2019) siang juga menjelaskan sepanjang tahun 2019 terhitung sejak dari tanggal 1 Januari 2019 sampai 12 Frebuari 2019 sebanyak 102 pasien yang positif DBD yang dirawat di RSU Imanuel.

"Semua selamat, ada beberapa kasus sudah sampai perdarahan spontan dari saluran cerna (Hematochezia) dan perdarahan dari hidung ( Epistaksis) tetapi semua akhirnya membaik dan bisa pulang dengan sehat. Belum ada satu pun yang meninggal di RSU Imanuel,"ungkap Dr. Danny. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved