Berita Pendidikan

Tim Takola SMK Sanjaya Dampingi 5 SD Bantu Rehab Gedung Sekolah di Ngada

Tim Tata Kelola (Takola) Sarana Prasarana mendampingi lima sekolah dasar (SD) untuk kegiatan rehabilitasi dan pembangunan gedung baru.

Tim Takola SMK Sanjaya Dampingi 5 SD Bantu Rehab Gedung Sekolah di Ngada
ist
SMK Sanjaya Bajawa Damping SD Rehab gedung 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM|BAJAWA - Tim Tata Kelola (Takola) Sarana Prasarana mendampingi lima sekolah dasar (SD) untuk kegiatan rehabilitasi dan pembangunan gedung baru.

Tim Tata Kelola Sarana Prasarana Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, Maria Ermelinda Nau, ST di Bajawa, Kamis (7/2/2019) mengatakan, proses pengusulan kebutuhan sekolah, proses penyaluran dan pelaporan bantuan dilakukan secara online dan terintegrasi melalui Aplikasi Takola SMK di Kabupaten Ngada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Sanjaya Bajawa.

Ini merupakan integrasi dari data dapodik dan verifikasi wilayah yang telah diperbaharui pada tahun sebelumnya.

Ingin Jadi Pengawas TPS di Nagekeo? Ayo Daftar, Bawaslu Nagekeo Rekrut 432 Pengawas

Ia menjelaskan, Takola merupakan aplikasi yang dicanangkan oleh Kemdikbud dalam hal penyaluran bantuan ke sekolah dasar dari dana yang bersumber dari dana APBN. Aplikasi Takola ini dirilis oleh Kemdikbud dengan memberdayakan Sumber Daya
Manusia yang juga dari lembaga pendidikan kejuruan.

Tim Takola Kabupaten Ngada berasal dari Sekolah Menengah Kejuruan Sanjaya Bajawa yang merupakan salah satu sekolah di bawah naungan Yayasan Persekolahan Katolik Sanjaya Ngada khususnya program keahlian teknik konstruksi dan properti. Atau yang pada kurikulum sebelumnya dikenal dengan nama program keahlian teknik bangunan.

Keunggulan dari mekanisme bantuan pemerintah pusat lewat Takola ini, penyaluran bantuan langsung kepada sekolah sehingga pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan unsur guru dan komite. Disamping itu melahirkan kembali rasa peduli pendidikan pada masyarakat yang selama ini mulai luntur.

Kabar Duka Datang dari Undana, Dosen Kimia, Prof. Yohanes Buang Meninggal Dunia

"Karena saat ini masyarakat cenderung berpikir kalau urusan pendidikan itu semata-mata hanya tanggung jawab pemerintah," ungkapnya.

Ia mengatakan, dengan ini juga melahirkan kembali rasa tanggung jawab dan rasa gotong royong terhadap pendidikan lebih khususnya sekolah dasar. Ini dibuktikan dengan masyarakat terlibat dalam pekerjaan pondasi awal bangunan perpustakaan pada SDN Watutura.

Untuk tahun 2018, ujarnya, ada lima sekolah yang didampingi yakni perpustakaan di SDN Watutura. Empat sekolah lainnya rehab, yakni SDI Malanuza di Kecamatan Golewa, SDI Nirmala di Kecamatan Golewa Selatan, SDK Menge di Kecamatan Bajawa Utara dan SDI Riung di Kecamatan Riung.

Ia juga mengatakan ada manfaat besar dengan melibatkan guru guru teknik konstruksi dan properti lebih khususnya tiga orang guru pada kompetensi keahlian Desain Permodelan dan Informasi Bangunan pada SMK Sanjaya Bajawa. Hal ini dapat mengubah dan meningkatkan minat dan animo masyarakat yang selama ini semakin menurun untuk jurusan teknik konstruksi dan properti.

Capres no Urut 1 dan 2, Jokowi dan Prabowo Dinilai Sama-sama Tak Perhatikan Hak Masyarakat Adat

Selain melakukan pembelajaran di kelas, guru dan siswa dapat mengaplikasikan dan menerapkan langsung ke dunia kerja yaitu bekerja sama dengan pihak sekolah dasar penerima bantuan untuk merencanakan, mengawasi dan melaporkan fisik pekerjaan. Harapan mereka sebagai guru SMK Sanjaya yakni dengan terlibat menjadi tim teknis pada sekolah penerima bantuan dapat meningkatkan minat dan animo masyarakatnya terhadap jurusan teknik konstruksi dan properti

Tim Takola terdiri dari Maria Ermelinda Nau, ST, Egnisius Rawi, ST dan Clemens Wina, ST. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved