Berita Teenager

Teenager : Kalau Valentine Itu Hari Kasih Sayang, Kenapa Tidak Kasih Coklat ke Orangtua Kita

Yupss, tema kita kali ini "Kalau Valentine Itu Hari Kasih Sayang, Kenapa Kita Tidak Kasih Coklat ke Orangtua Kita? Mikir..."

Teenager : Kalau Valentine Itu Hari Kasih Sayang,  Kenapa Tidak Kasih Coklat ke Orangtua Kita
ils/hipwee
Hadiah Cokelat 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Hallo Tenners, bagaimana kabar kalian?. Penulis berharap Teeners yang setia membaca rubrik kesayangan kita 'TEENAGER'.

Di awal minggu ini, jangan lupa bagikan semangat Teeners, bagi yang tengah menjalani sekolah dan kuliah tetap semangat jalani aktivitas akademiknya ya.

Bagi Teeners yang sudah bekerja, selamat menjalani aktivitas kerja dan jangan lupa bagikan senyum keceriaan kamu ya Teeners.

Real Madrid Tempel Barcelona di Puncak Klasemen, Begini Hasil Klasemen Liga Spanyol

Yupss, tema kita kali ini "Kalau Valentine Itu Hari Kasih Sayang, Kenapa Kita Tidak Kasih Coklat ke Orangtua Kita? Mikir..."

Memasuki bulan Februari ini tepatnya 14 Februari setiap tahunnya banyak orang merayakannya sebagai hari Kasih Sayang atau Valentine. Tentunya hari tersebut tidak lepas dari aspek historis yang melekat di hari itu. Cieh, belajar sejarah sedikit ya Teeners.. hehehe.

Hari Valentine diidentikkan dengan Santo Valentine yang adalah seorang imam Romawi pada masa kemimpinan Kaisar Romawi Claudius II pada masa 200an Masehi. Wah, kita belajar sejarah sedikit biar jangan lupa sejarah dan makin semangat belajar ya Teeners. Hehehe

Singkat cerita, kisah sang imam Romawi menginspirasi kasih dan sayang kepada sesama manusia kala itu. Saat ini, inspirasinya tetap ada akan tetapi lebih bersifat person by person. Orang berbondong-bondong memberikan coklat, bunga, mengirimkan kartu ucapan, makan malam bersama pasangan, memposting foto bersama dan lain-lain.

Ini Restoran dan Jumlah Tamu Saat Rayakan Ultah ke-40 Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP

Akan tetapi, makna Valentine yang selalu penuh kehangatan dan kasih sayang menurut penulis semakin redup. Walaupun tetap dirayakan sebagian orang, namun hanya sebatas pada hubungan individu dengan individu, seperti hubungan romantika atau pacaran saja.

Parahnya jangan sampai terbawa budaya Hedon yang terkesan hura-hura atau seks bebas saat moment Valentine yah. Tentunya Teeners pasti bisa mengelak lakukan hal itu. Itu harapan penulis..

Pernah tidak Teeners mengucapkan selamat hari Kasih sayang ke orangtua atau bahkan sampai memberikan bunga atau coklat. Bagi Teeners yang pernah melakukannya, pasti semakin dekat dan disayang sama orangtua.

Nah, bagaimana dengan Teeners lainnya.. hm.. patut dipertanyakan juga.. hehehe.
Teeners kita, Guido Hermenegildo yang merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Arsitek Undana Kupang menganggap hari Valentine biasa-biasa saja.

Kabar Duka Datang dari Undana, Dosen Kimia, Prof. Yohanes Buang Meninggal Dunia

Namun demikian, mahasiswa yang memiliki lesung pipi ini mengungkapkan, makna kasih sayang baginya adalah ungkapan dengan perilaku kita terhadap seseorang yang kita sayang.

Untuk orangtua, kata Guido, yang paling penting adalah bukan sekedar memberikan kado, ucapan atau coklat melainkan menunjukkan ketaatan dan peduli dengan orangtua. "Kasih sayang yang kita berikan ikhlas dari hati bukan paksaan, agar hati damai dan nyaman," katanya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved