Tahun 2019, 80 Desa di Manggarai Timur Akan Diterangi Listrik

80 desa yang diterangi listrik berada di tujuh kecamatan antara lain Borong, Kota Komba, Poco Ranaka, Poco Ranaka Timur, Lamba Leda, Sambi Rampas dan

Tahun 2019, 80 Desa di Manggarai Timur Akan Diterangi Listrik
ISTIMEWA
Camat Borong, Gaspar Nangar 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-BORONG-PT.PLN Wilayah NTT Unit Pelaksna Ketenaga Listrik Florres telah mengirim surat pemberitahuan kepada Bupati Manggarai Timur (Matim) dan tujuh camat terkait program listrik dan pembangunan jaringan listrik di Matim.

Yang mana pada tahun ini ada 80 desa di Matim yang akan diterangi listrik karena ada pembangunan jaringan dan tiang listrik ke desa.

80 desa yang diterangi listrik berada di tujuh kecamatan antara lain Borong, Kota Komba, Poco Ranaka, Poco Ranaka Timur, Lamba Leda, Sambi Rampas dan Rana Mese.

Surat PLN kepada Pemkab Matim yang diperoleh POS-KUPANG.COM dari Camat Borong, Gaspar Nanggar di Kantor Camat Borong, Senin (11/2/2019) pagi menjelaskan, 80 desa yang mendapat program listrik tersebut di Kecamatan Borong
6 desa, Kota Komba 9 desa, Sambi Rampas 14 desa, Poco Ranaka Timur 9 desa, Poco Ranaka 14 desa, Lamba Leda 17 desa dan Rana Mese 11 desa.

PLN dalam suratnya meminta kepada semua elemen masyarakat, pemangku adat dan tokoh adat guna mendukung program listrik dengan merelakan tanah dan pohon yang akan dibangun tiang dan jaringan.

Nilai Mata Uang Rupiah Melemah 40 Poin, Nyaris Menembus Rp 14.000

Masyarakat pun diminta tidak menuntut ganti rugi dengan pemasangan tiang dan jaringan listrik menuju ke desa.

Camat Borong, Gaspar Nanggar kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya mengaku sudah memberitahukan program listrik masuk desa kepada enam kades saat rapat di Borong.

"Saya sudah sampaikan kepada enam kades tolong sosialisasikan program. Jangan tiang dan jaringan masuk menuntut ganti rugi. PLN tidak mengganggarkan dana ganti rugi. Lain halnya pembangunan SUTT ada dana kompensasi," kata Camat Gaspar.

Dengan adanya pembangunan jaringan ke desa di Borong, paparnya, maka hanya Desa Nampar Mas yang belum ada jaringan listrik.

"Desa Nampar Mas berbatasan dengan Desa Balus Permai tapi tidak ada pembangunan tiang dan jaringan listrik. Mudah-mudahan ke depan diakomodir," ujar Camat Gaspar.

Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan kehadian listrik sudah lama sehingga harus mendukung program listrik masuk desa dan jangan menuntut ganti rugi.

"Kita butuh listrik untuk rumah kita terang. Mari kita dukung dan jangan menghalangi program ini," tutur Camat Gaspar.(*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved