Jalan di Pantai Oesapa Nyaris Putus. Ternyata Ini Penyebabnya!

Pantai Oesapa tepatnya antara Pantai Warna dan Pantai Nunsui.Ruas jalan selebar empat meter itu kini tinggal tak lebih dari satu meter.

Jalan di Pantai Oesapa Nyaris Putus. Ternyata Ini Penyebabnya!
POS KUPANG/SIPRI SEKO
Jala di Pantai Oesapa nyaris putus. Gambar diabadikan, Minggu (10/2/2019). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gelombang laut yang menghantam Pantai Kupang beberapa waktu lalu banyak meninggalkan kerusakan di beberapa titik. Salah satunya adalah di Pantai Oesapa tepatnya antara Pantai Warna dan Pantai Nunsui.

Sebagaimana pantauan Pos Kupang, Minggu (10/2/2019), tembok yang dibangun di pantai itu sudah ambruk. Lebih dari 60 meter tembok runtuh sehingga gelombang langsung menghantam badan jalan. Akibatnya, badan jalan pun ikut ambruk.

Ruas jalan selebar empat meter itu kini tinggal tak lebih dari satu meter. Pengendara yang lewat terpaksa harus melewati jalan tanah. Bila dua mobil berpapasan, salah satunya harus mengalah. Setelah mobil dari depan lewat, barulah mobil satunya jalan.

Agar pengendara tidak terjebak di lokasi yang longsor, warga setempat menaruh kotak sampah di dua titik jalan dari arah berlawanan. Warga juga menaruh batu dan pelepah kelapa di tepi jalan, agar kendaraan tidak masuk dalam jurang jalan yang longsor.

Beberapa warga yang ditemui di lokasi tersebut mengaku, kerusakan sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Marthen Giri, warga Nunsui, mengatakan, kerusakan pada tembok tersebut sudah pernah dilaporkan ke pihak kelurahan.

Pihak kelurahan, kata Marthen yang diamini warga lainnya, Petrus Kolloh, sudah pernah datang meninjau lokasi kerusakan itu, namun hingga kini belum ada perbaikan.

Jala Pantai Oesapa1
Jala Pantai Oesapa kini rusak parah.

"Kami sudah lapor dan minta untuk segera diperbaiki. Soalnya kalau tidak diperbaiki gelombang akan naik hingga jalan juga bisa ikut rusak. Kami warga sini siap untuk kerja, asalkan material disiapkan oleh pemerintah," kata Marthen Giri.

Pantai Warna Oesapa dan Pantai Nunsui, merupakan lokasi wisata baru yang dikembangkan Pemerintah Kota Kupang. Di lokasi yang sangat strategis ini sudah dibangun beberapa fasilitas wisata seperti lopo dan lainnya. Jalan di wilayah ini juga sudah dihotmix.

Keindahan pantai ini sering digangu oleh kebiasaan warga membuang sampah sembarangan. Selain itu, ternak seperti babi, kambing dan sapi yang dilepas bebas sering membuat warga yang ingin bersantai di sana terganggu. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved