Dinsos Kota Kupang Dampingi Siswi SD Korban Kekerasan Seksual

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang sementara melakukan pendampingan terhadap salah satu siswi SD di Kota Kupang yang merupakan korban kekerasan seksual

Dinsos Kota Kupang Dampingi Siswi SD Korban Kekerasan Seksual
Pos Kupang.com/Oby Lewanmeru
POS -KUPANG.COM/Oby Lewanmeru Kadis Sosial Kota Kupang, drg. Retnowati   

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang sementara melakukan pendampingan terhadap salah satu siswi SD di Kota Kupang yang merupakan korban kekerasan seksual /pemerkosaan. Proses pendampingan ini dilakukan setelah korban dan keluarga mengadu ke Polres Kupang Kota.

Hal ini disampaikan Kepala Dinsos Kota Kupang, drg. Retnowati saat ditemui POS-KUPANG.COM di Kantor Walikota Kupang, Senin (11/2/2019).

drg. Retno dikonfirmasi terkait peran Dinsos Kota Kupang dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Kupang.

Menurut drg. Retno proses pendampingan bagi korban kekerasan seksual ataupun kekerasan lainnya terhadap perempuan dan anak biasanya selalu diminta oleh pihak kepolisian setelah korban dan keluarga melaporkan ke polisi. "Jadi etikanya kita juga tidak bisa langsung begitu saja untuk dampingi. Apabila sudah ditangani polisi, maka polisi biasanya bersurat resmi untuk minta kami dampingi," kata Retno.

Dijelaskan, untuk korban sisiwi SD yang disekap dan diperkosa itu sudah didampingi oleh Dinsos Kota Kupang. Mekanismenya, polisi mengirim surat ke Dinsos untuk pendampingan.

"Jadi kita dampingi dan pendampingan dilakukan oleh tim yang ada di Dinsos, yakni Pekerja Sosial (peksos). Pendampingan ini untuk memulihkan psioologi dari anak tersebut sehingga tidak trauma berkepanjangan," katanya.

Kasus Dana Hibah ke KONI, KPK Panggil Tiga Pejabat Kemenpora, Deputi IV Kemenpora Tersangka

Dikatakan, peksos akan membuat kajian ,kronologis dan juga kajian tentang keberadaan korban kemudian diberikan juga ke pihak kepolisian.

Ditanyai kasus dominan di Kota Kupang, ia mengatakan, paling banyak adalah pergolakan anak-anak di bawah umur, seperti kekerasan seksual dan juga kekerasan dalam rumah tangga. "Saya baru dua minggu menjadi kadis dan ada beberapa kasus kekerasan dan ada juga yang telah kami dampingi. Kita terus berupaya agar trend  kasus bisa ditekan atau menurun melalui sosialisasi terus -menerus di masyarakat," katanya.

Dia mengakui, kunci pencegahan seharusnya dimulai dari tingkat keluarga. Oleh karena itu,pihaknya selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menghindari kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Retno mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan seperti menangani anak yang diterlantarkan. "Saya sudah antar satu anak yang diterlantarkan di rumah sakit. Anak itu sudah saya tempatkan di Panti Asuhan di Naibonat, Kabupaten Kupang," ujarnya.


 

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved