Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Pantau Tembok Penahan Deker di Ekateta

Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Pantau Tembok Penahan Deker di Ekateta

Dinas PU Kabupaten Kupang Minta Kontraktor Pantau Tembok Penahan Deker di Ekateta
POS-KUPANG.COM/Edi Hayong
Pembatas deker di Kampung Oelnunu, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang yang roboh. Gambar diabadikan, Selasa (29/1/2019) lalu. 

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Pihak Dinas PU Kabupaten Kupang telah meminta Kontraktor Pelaksana untuk memantau Tembok Penahan Deker di Kampung Oelnunu, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang yang roboh. Kerusakan tembok penahan itu diduga longsor pada tebing deker tersebut sehingga permukaan jalan di area deker menurun.

Kepala Dinas PU Kabupaten Kupang, Joni Nomseo melalui Sekertaris, Teldy Sanam menyampaikan hal ini kepada POS- KUPANG.COM, Senin (11/2/2019).

Teldy menjelaskan, dirinya sangat berterima kasih kepada media yang ikut memantau dampak bencana longsor akibat hujan beberapa pekan belakangan. Salah satunya soal penahan deker di Desa Ekateta.

Program Pembangunan 10 Km Jalan di Manggarai Timur Menunggu Eksekusi

Terhadap kondisi ini, pihaknya sudah meminta PPK untuk berkoordinasi dengan kontraktor guna memperbaiki kembali deker tersebut.

"Memang dari foto yang dimuat di media, saya lihat permukaan jalan di area deker itu agak turun. Lokasi deker itu memang agak miring dan banyak pohon. Jadi mungkin tanahnya terkikis hujan sehingga pohon tumbang, ikutannya penahan dekerpun roboh. Tapi kami sudah minta kontraktor untuk turun lokasi melihat kondisinya," kata Sanam.

Penangkapan Oknum ASN di Sikka yang Diduga Terlibat Narkoba Sudah Didengar Bupati Sikka

Sebelumnya diberitakan, tembok penahan deker jalan kabupaten tepatnya di Kampung Oelnunu, Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang kini roboh.

Padahal, pembatas itu baru dibangun tahun 2017 dan ambrul pada saat hujan lebat pekan lalu. Selain tembok penahan roboh, permukaan jalan di area dekerpun turun drastis dan terancam putus jalur ini.

Menurut Fester dan Naomi, warga Kampung Oelnunu kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa (29/1/2019) menjelaskan, robohnya tembok penahan deker ini terjadi pada saat hujan disertai angin cukup kencang tanggal 25 Januari 2019 lalu.

Saat itu, tembok roboh diikuti pula dengan beberapa pohon besar di area itupun roboh. Jalan dan deker di Oelnunu ini menurut mereka baru dibangun tahun 2017.

"Itu deker dan strat (jalan kabupaten, Red) baru diaspal satu tahun ini. Jadi masih baru. waktu hujan besar baru-baru ini, roboh. Jalan di dekat deker juga turun. Selama ini yang melintas hanya motor dan mobil kecil. Kalau truk besar yang lewat mungkim deker itu roboh," ujar Naomi.

Fester menambahkan, dirinya tidak tahu soal siapa kontraktor yang mengerjakan jalan di Oelnunu ini. Namun seingat dirinya, belum sampai dua tahun diaspal namun sekarang sudah roboh.

"Saya lihat waktu mereka kerja, tumpuk batu saja di dekat deker. Tidak digilas padat sehingga mungkin agak longgar pas hujan datang kikis maka roboh pembatas deker," ujar Fester. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved