34 Desa di Ende Dapat Bantuan Mesin Parut Kelapa Plus, Ini Rinciannya

34 desa di Kabupaten Ende mendapatkan bantuan mesin pemarut kepala plus yang merupakan bantuan dari Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal (KPDT) RI.

34 Desa di Ende Dapat Bantuan Mesin Parut Kelapa Plus, Ini Rinciannya
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Parut Kelapa/Kepala DPMD Kabupaten Ende, Yohanis Nislaka Memperlihatkan Mesin Pemarut Kelapa, Senin (11/1/2019). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Sebanyak 34 desa di Kabupaten Ende mendapatkan bantuan mesin pemarut kepala plus yang merupakan bantuan dari Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal (KPDT) RI.

Kepala Dinas Pembangunan Masyarakat Desa, (DPMD) Yohanis Nislaka mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Senin (11/2/2019) di Ende.

Yohanes mengatakan, sebelumnya pihak dinas mengusulkan 84 desa yang akan diberikan mesin pemarut kelapa namun demikian terealisasi 34 desa dari 5 desa di Kabupaten Ende.

“Kami usulkan 84 desa setelah kami lakukan survei namun demikian yang terjawab 34 desa dan kami berharap di masa mendatang akan ada bantuan lagi mesin pemarut kelapa plus seperti yang telah ada sekarang ini,”kata Yohanis.

Terkait dengan desa-desa yang mendapatkan mesin parut kelapa plus dari Kementrian PDT, Yohanes mengatakan bahwa desa-desa tersebut telah melalui survei seperti memiliki potensi kelapa dan juga yang tidak kalah penting adalah desa bersangkutan telah memiliki Bumdes.

Tiga Tersangka Kasus Korupsi Embung Mnela Lete Praperadilan Kejari TTS

Di Maumere-Kabupaten Sikka, Pelaku Cabuli Korban  saat Kios Dalam Kondisi Sepi, Ini Aksinya  

Keberadaan Bumdes dirasa penting karena mesin parut kelapa nantinya akan dikelola secara kelompok dalam Bumdes bukan oleh orang perorang,ujar Yohanes.

“Jaman sekarang ini tidak ada lagi bantuan dalam bentuk untuk perorang namun harus dalam kelompok dan oleh karena itu kami berharap desa-desa yang belum memiliki Bumdes agar segera membentuk Bumdes sehingga dengan demikian bantuan dari pemerintah baik pusat dan daerah bisa didapatkan,”kata Yohanes.

Mesin pemarut kelapa yang merupakan bantuan dari KPDT RI ujar Yohanes memiliki nilai lebih dibandingkan dengan mesin pemarut kelapa sebelumnya karena sebelumnya mesin pemarut kelapa ketika dimasukan didalam mesin masih bercampur antara ampas dan santan sedangkan mesin yang baru tersebut antara ampas dan santan sudah terpisah sendiri sehingga dinamakan mesin pemarut kelapa plus.

Yohanes berharap kepada desa-desa yang mendapatkan bantuan mesin pemarut kelapa agar bisa memenfaatkan keberadaan mesin tersebut untuk peningkatan ekonomi anggota kelompok sehingga dengan demikian mesin yang merupakan bantuan dari KPDT bisa bernilai guna dan juga berhasil guna.

“Dari sistem kerja yang ada juga tidak terlalu sulit sehingga tentunya bisa dimenfaatkan secara maksimal untuk peningkatan ekonomi masyarakat,”kata Yohanes.

Yohanes mengatakan bahwa mesin pemarut kelapa plus ada yang sudah diambil oleh desa yang berhak namun ada juga yang belum ambil dan masih tersimpan di Kantor Dinas PMD Kabupaten Ende.

Kepada desa yang belum ambil Yohanes berharap agar bisa segera diambil agar mesin yang ada bisa segera dioperasikan di desa.

Tentang desa-desa yang mendapatkan bantuan mesin pemarut kelapa plus, Yohanes mengatakan dia tidak ingat persis namun demikian menurutnya desa-desa itu ada di Kecamatan Nangapanda dan Ende juga Ndona serta Ndori dan Maurole. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved