Peringati Hari Gizi, Pergizi Pangan NTT dan WFP Indonesia Gelar Aneka Kegiatan di TTU

Memperingati hari gizi yang ke 56, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan NTT (Pergizi Pangan NTT) dan Word Food Program (WFP) Indonesia menggel

Peringati Hari Gizi, Pergizi Pangan NTT dan WFP Indonesia Gelar Aneka Kegiatan di TTU
 POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Pergizi Pangan NTT dan WFP Indonesia memberikan penyuluhan kepada siswa SD di Kabupaten TTU, Sabtu (9/2/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-

Berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Pergizi Pangan NTT dan WFP Indonesia yakni penyuluhan dan simulasi gizi sarapan, cara sikat gigi yang benar, cara mencuci tangan yang benar, serta bermain ular tangga kesehatan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Pergizi Pangan NTT, Dr. Intje Picauly, M.Si kepada Pos Kupang melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (10/2/219).

Intje mengatakan, terget dari kegiatan tersebut yakni para siswa SD kelas empat dan lima. Hal itu karena berbagai pertimbangan, pertama pola konsumsi anak masih sangat tergantung dengan lingkungan keluarga.

Jaksa Masuk Sekolah di SMP Negeri 1 Napan, Ini yang Dilakukan Kejari TTU

Sambut Hari Raya Nyepi, Warga Hindu di Kota Kupang Bersihkan Pura

"Artinya, jika keluarga menyiapkan baik atau tidak anak akan mengikuti. Termasuk jika keluarga tidak mempunyai sarapan maka anak pun tidak mempunyai kebiasaan sarapan pagi. Hal ini akan sangat mempengaruhi kesehatan dan prestasi belajar anak," ujarnya.

Kedua, kata Intje, anak SD masih berada dalam interval umur pertumbuhan. Dijelaskannya, Jika konsumsi pangan tidak baik, maka akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk prestasi belajar anak.

Ketiga, jelas Intje, kelompok anak SD merupakan kelompok yang lebih banyak pada fase suka meniru, sehingga harus bisa mengajarkan mereka untuk meniru hal yang positif termasuk meniru dan memilih jenis sarapan pagi yang sehat sebelum ke sekolah.

"Bukan meniru makan yang salah seperti minum air putih saja, minum teh manis saja, makan Indomie saja, atau bahkan tidak sarapan sama sekali," jelasnya.

Intje menjelaskan, berbagai kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan dan menunbuhkan kebiasaan sarapan atau makan pagi yang sehat dan bergizi bagi anak dan keluarganya.

Haier dalam acara penyambutan dan pembukaan adalah salah satu Kepala Bidang di Dinas PKO TTU, Mathias, dan salah Slsatu Kabid pada Dinas Kesehatan TTU, Thomas Laka.

Akhir dari kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan nota dukungan berasama program pemberian sarapan sehat diantaranya Sekolah, Dinas PKO TTU dan Dinas Kesehatan TTU, Pergizi Pangan NTT, dan WFP Indonesia. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved