Dongkrak Partisipasi Pemilih Pemilu 2019, Ini yang Dilakukan KPU Surakarta

Dongkrak Partisipasi Pemilih Pemilu 2019, Ini yang Dilakukan oleh KPU Surakarta

Dongkrak Partisipasi Pemilih Pemilu 2019, Ini yang Dilakukan KPU Surakarta
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Launching Relawan Demokrasi bentukan KPU Surakarta di Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/2/2019). 

Dongkrak Partisipasi Pemilih Pemilu 2019, Ini yang Dilakukan KPU Surakarta

POS-KUPANG.COM | SOLO - Relawan Demokrasi bentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta resmi di-launching di Solo, Jawa Tengah, Minggu (10/2/2019).

Peluncuran Relawan Demokrasi yang berlangsung di car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, itu bertujuan untuk mendongkrak partisipasi pemilih Pemilu 2019.

Divisi Bidang Perencanaan, Data dan Informasi KPU Surakarta Kajad Pamuji Joko W mengatakan, Relawan Demokrasi dibentuk pada 28 Januari 2019. Para relawan juga telah diberikan bimbingan teknis (bintek) dan sosialisasi pemilih di komunitasnya.

Bawaslu RI Temukan 696 Kotak Suara Rusak di Gudang KPU Cirebon, Ini Penyebabnya

"Ada 11 komunitas Relawan Demokrasi yang ada di Solo. Mereka kami bentuk untuk meningkatkan partisipasi pemilih di komunitas masing-masing, sesuai dengan cara sosialisasi terkait tahapan pemilu," kata Kajad, saat ditemui Kompas.com, di sela-sela peluncuran, di Jawa Tengah, Minggu.

Kajad menyebut, 11 komunitas Relawan Demokrasi itu di antaranya ada komunitas disabilitas, komunitas keluarga, komunitas pemilih muda, komunitas pemula, komunitas warganet (netizen), komunitas keagamaan, marginal, dan lainnya.

Pengemudi Ojek Online Dibawa Banjir, Ditemukan Tewas 1 Kilometer dari Tempatnya Hanyut

Adapun syarat menjadi Relawan Demokrasi adalah bukan anggota partai politik (parpol) dan asli warga Solo, dibuktikan dengan kartu identitas (e-KTP).

Para pendaftar selanjutnya diseleksi dengan mengikuti tes wawancara atau interview. "Relawan harus memiliki jiwa sosial, semangat untuk memajukan demokrasi di Indonesia, khususnya di Solo," ujar Kajad.

Relawan Demokrasi tersebar di lima kecamatan di Solo, yang meliputi Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon, Banjarsari, dan Jebres.

"Secara nasional targetnya 77,5 persen pemilih. Paling tidak hadirnya relawan ini partisipasi pemilih pemilu di Solo bisa melampaui target nasional," ujar Kajad.

Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 yang akan berlangsung pada 17 April di Solo ada 1.732 tempat pemungutan suara (TPS) dengan jumlah data pemilih tetap hasil perbaikan kedua sebanyak 421.999 pemilih.

Seorang Relawan Demokrasi dari komunitas disabilitas Ahmad Hari Yulianto mengatakan, keinginannya menjadi Relawan Demokrasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih di komunitas disabilitas.

Selama ini, ia menilai, masih banyak komunitas disabilitas yang belum tersentuh sosialisasi sehingga tak sedikit dari mereka yang tidak menggunakan hak pilih.

"Kami akan melakukan pendekatan kepada orangtua yang berkebutuhan khusus, sekolah inklusi, dan mengedukasi kelompok disabilitas. Kami harapkan komunitas disabilitas nantinya bisa menggunakan hak pilihnya," ujar Yulianto. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved