Polisi Percepat Pemberkasan Kasus Cabul Siswa SD, Ayah Tiri Langsung Ditahan

Pihak Polres Kupang Kota menjadikan kasus percabulan anak di bawah umur yang dialami DD (12), seorang siswa SD di Kelurahan Oebufu oleh ayah tiri

Polisi Percepat Pemberkasan Kasus Cabul Siswa SD, Ayah Tiri Langsung Ditahan
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, S.H 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak Polres Kupang Kota menjadikan kasus percabulan anak di bawah umur yang dialami oleh DD (12), seorang siswa SD di Kelurahan Oebufu oleh ayah tirinya sebagai kasus atensi.

Oleh karenanya, pemberkasan kasus percabulan tersebut dipercepat oleh pihak penyidik. Ayah tiri bejat yang diduga menjadi pelakunya pun langsung ditahan.

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi SH kepada POS-KUPANG.COM pada Jumat (8/2/2019) malam.

“Pelaku DD, yang merupakan ayah tiri korban sudah kita tahan. Saat ini (pemberkasannya) sudah tahap satu. Kita percepat pemberkasannya karena kasus ini jadi atensi kita,” ujar Kasat Bobby.

Bobby menjelaskan, DD mencabuli anak tirinya sebanyak tiga kali saat istrinya yang bekerja sebagai ASN itu sedang tidak ada di rumah. Perbuatan bejat itu dilakukan oleh DD yang berprofesi wiraswasta di rumah mereka yang terletak di wilayah Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Bocah Kelas 5 SD Dua Kali Diperkosa, Diseret Masuk Kebun hingga Diimingi Uang Rp 20 Ribu

“Saat ibunya pergi bekerja, pelaku yang berprofesi sebagai wiraswasta itu kemudian mencabuli anaknya. Pelaku tiga kali mencabuli anaknya itu, tetapi belum sempat melakukan persetubuhan,” ungkap Iptu Bobby.

BREAKING NEWS: Lelaki Beranak Perkosa Siswi SD Kelas V, Saat Perkosa Pelaku Ancam Membunuh

BREAKING NEWS: Pulang Beli Bensin di SPBU Madawat Maumere, Pria ini Terpental Disambar Petir

Ibu korban yang merupakan seorang ASN di lingkungan Pemkot itu kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang Kota.

“Kejadian itu dilakukan pada tanggal 15 Januari yang lalu,” tambah mantan Kasat Reskrim Polres Sikka itu.

DD, lanjut Iptu Bobby disangkakan melanggar pasal 82 ayat (2) UU nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Korban terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 miliar, ditambah sepertiga lagi karena pelaku merupakan orang tua atau wali,” paparnya. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved