Hasil Uji Kompetensi PTT Sudah di Meja Walikota

Hasil Uji Kompetensi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kota Kupang telah diserahkan ke walikota Kupang

Hasil Uji Kompetensi PTT Sudah di Meja Walikota
POS-KUPANG.COM/ OBI LEWANMARU
Kepala BKD Kota Kupang 

Hasil Uji Kompetensi PTT Sudah di Meja Walikota

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Hasil Uji Kompetensi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kota Kupang telah diserahkan ke walikota Kupang. Keputusan selanjutnya ada di tangan walikota.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, A.D.E. Manafe saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/2/2019).

Manafe mengatakan, uji kompetensi bagi PTT telah selesai dan hasilnya sudah disampaikan ke walikota Kupang.

"Kita sudah serahkan hasilnya ke bapak walikota. Memang dari hasil ujian tulis itu semua kita serahkan dan ada indikator lain selain ujian tulis, yakni kehadiran (absensi) dan kinerja," kata Manafe.

Dia mengungkapkan, ada beberapa penilaian prosentasi dalam hasil uji kompetensi. Mulai dari ujian tulis 50 persen, absen atau kehadiran 30 persen dan kinerja 20 persen.

Pegawai Tidak Tetap Kota Kupang Akan Dipecat jika a Tak Masuk Kerja

Kasihan, Sudah Dua Bulan Pegawai Tidak Tetap Kota Kupang Belum Terima Gaji. Ini Desakan DPRD

"Jadi hasil uji kompetensi itu dengan tiga kategori penilaian sudah kita serahkan ke pimpinan. Selanjutnya merupakan keputusan dari pimpinan," katanya.

Dia mengakui, yang ditekankan oleh Walikota adalah kehadiran, selain hasil ujian dan kinerja.

Sebelumnya, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengatakan, banyak PTT di Pemkot Kupang tidak lulus uji kompetensi. 

Ditemui Rabu (7/2/2019) lalu, Jefri menjelaskan, dari hasil uji kompetensi yang diterima ternyata banyak sekali peserta yang tidak lolos. "Saya sudah dapat hasil ujian itu. Karena banyak yang tidak lolos, maka saya serahkan ke pak Wakil Walikota untuk ditindaklanjuti," kata Jefri.

Dia mengakui, ada salah satu staf pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang memiliki nilai baik. 
"Tapi yang saya tekankan adalah mereka yang tidak masuk pada 3 Januari 2019 lalu itu diberhentikan saja. Saya beri memo kepada pak Wakil Walikota agar berhentikan saja yang tidak masuk 3 Januari 2019,"  ujar Jefri.

Dikatakan, bagi PTT yang tidak masuk pada hari pertama setelah liburan Natal dan Tahun Baru, 3 Januari 2019 lalu dirinya minta agar diberhentikan. "Saya kasi (berikan) memo ke pak Wakil Walikota. Entah dia itu anak walikota atau wakil walikota, anak kepala dinas atau pejabat siapa, saya tidak peduli dan tetap bekerja," tegas Jefri. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved