Asprov PSSI NTT Dukung Keberlanjutan Proyek Sepak Bola Wanita di NTT

Atas Insisiasi PLAN dan RSBI di Kabupaten TTS dan TTU, Proyek Sepak Bola Remaja Perempuan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten TTS

Asprov PSSI NTT Dukung Keberlanjutan Proyek Sepak Bola Wanita di NTT
istimewa
Kegiatan Sepakbola Anak Perempuan kerjasama Yayasan Rumah Solusi Beta Indonesia dengan Plan Internasional Area Timur sekaligus mempersiapkan Tim NTT ke Darwin Australia pada bulan April 2019. Kegiatan, di Hotel On The Rock Kupang, 7 Februari 2019 

POS KUPANG.COM -Atas Insisiasi PLAN dan RSBI di Kabupaten TTS dan TTU, Proyek Sepak Bola Remaja Perempuan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), atas kerjasama Yayasan Plan International Indonesia (YPII) dan Yayasan Rumah Solusi Beta Indonesia (RSBI) serta Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) kini memasuki tahun yang kedua.

Tujuan utama dari kegiatan adalah untuk mencegah perilaku berisiko yang berdampak pada anak, khususnya anak perempuan di sekolah, dan mempromosikan kesetaraan gender dengan pendekatan sepak bola remaja perempuan.

Kegiatan ini memiliki beberapa hasil yang ingin dicapai, diantaranya adalah guru, sekolah, orangtua, mampu mencegah dan merespon kasus-kasus perilaku beresiko yang berdampak pada anak, khususnya anak perempuan dan terlibat dalam mempromosikan kesetaraan gender melalu iteam sepak bola remajaperempuan di sekolah.

Kakek 60 Tahun Tewas Terbakar di Sumba Timur

Perilakuberisiko yang dimaksud mencakup bullying, penggunaan internet yang negatif, pernikahan usia anak, penggunaan narkoba, merokok, dan pacaran tidak sehat yang berdampak pada anak perempuan.

Dukungan ini disampaikan dalam Workshop Keberlanjutan Proyek Sepak Bola Remaja Perempuan yang diselenggarakan selama dua hari, Kamis dan Jum'at, 7-8 Februari 2019 di Hotel On the Rock, Kupang.

Ketua EXCO (Executive Coomittee) Asosiasi Sepakbola Wanita Provinsi NTT, Magdalena Rambu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya atas pelaksanaan kegiatan proyek sepak bola remaja perempuan di Kabupaten TTS dan TTU tersebut.

"Sebagai ketua Exco Asosiasi Sepakbola Wanita Propinsi NTT, saya sangat bangga dan merasa sangat terbantu dalam proyek ini. Ini pertama kali di NTT. Maka itu saya sangat mendukung kegiatan-kegiatan dalam proyek ini. Saya juga beberapa kali diundang ke lapangan untuk melihat langsung kegiatan di sana dan mendapat kesan yang sangat positif dari berbagai pemangku kepentingan. Untuk itu saya berharap, bapak dan ibu yang sudah memulai ini perlu kita jaga dan lanjutkan". ujarnya

Selain itu, Rambu juga menyampaikan siap dan mendukung untuk rencana pelaksanaan Turnamen Gubernur NTT Cup untuk remaja perempuan di NTT yang direncakan akan dilakukan pada bulan Mei 2019 ini.

Workshop tersebut dibuka oleh Program Direktur Yayasan PLAN International Indonesia "Terkait dengan sepak bola remaja perempuan ini,adalah satu dari sedikit sekali proyek yang sangat kami banggakan baik di Indonesia maupun di Internasional. Masih sangat sedikit bahkan di level interansional sendiri yang memiliki kegiatan seperti ini hanya di Amerika Latin.

Sehinggapatutdibanggakankalaukitasatu-satunyanegaraAsia pertama yang memilikisepakbola perempuan. Jadikegiatan di TTS dan TTU iniadalahkegiatan yang unik,"paparDwi

Lebih lanjut Dwi menjelaskan, bahwasanyasejaktahun 2017 PLAN mengembanamanahuntukbisamenjadikananak-anakperempuanu ntuk mandiri, bisa memiliki pendidikan yang cukup sehingga mereka bisa bekerja dan berkontribusi dalam ekonomi, mereka bisa menjadi pemimpin dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, mereka bisa memiliki kesehatan reproduksi dengan baik sehingga bisa mencegah dari pernikahan usia anak,

Kemudian agar mereka bisa terlindungi dari segala bentuk kekerasan. Ini yang menjadi tema-tema dari pekerjaan PLAN di Indonesia sampai 2022 nanti.

"Untuk itu kita semua berharap nantinya melalui proyek ini, akan ada tunas-tunas muda pesepak bola handal anak-anak perempuan dari NTT yang juga mengerti dan sadarkan kesehatan reproduksi dan bisa menjaga agar tidak terpengaruh dalam prilaku beresiko sehingga mereka bisa tum uh sehat dan bisa mencapai cita-citanya untuk kemudaian menjadi agen perubahan di sekolah dan komunitasnya," jelas Dwi.

Workshop dihadiriolehKetua ESCO (Execurtive Comittee) Asosiasi Sepak Bola Perempuan Provinsi NTT, Koordinator Program Decide Yayasan PLAN International Indonesia, Direktur Yayasan Rumah Solusi Beta Indonesia, Dinas PPO Kabupaten TTS dan TTU, Dinas PPPA Kabupaten TTS dan TTU, Dinas PPKB Kabupaten TTS dan TTU, Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Dinas Kominfo Kabupaten TTS dan TTU, KepalaSekolah 20 SMP di Kabupaten TTS dan TTU danAskabKabupaten TTS dan TTU.

Narasumberdalamkegiatantersebut adalah Lambert Tukan (SekretarisAsosiasiProvinsi NTT), M. RambuWasak (Komite Eksekutif Asprov NTT), materi enam perilaku berisiko  yang disampaikan oleh Andarinyo Fay dari PLAN, Update capaian proyek oleh Irvina Bono dari RSBI, serta presentasi tentang keterkaitan program di masing-masing dinas,  di kabupaten TTS dan Kabupaten TTU dengan proyek sepak bola remaja perempuan yang disampaikan oleh dinas terkait.*)

Acara Pembukaan Workshop Keberlanjutan Proyek Sepak Bola Perempuan di NTT oleh Program Direktur Yayasan Plan International Indonesia dan Exco Bola Wanita NTT..
Acara Pembukaan Workshop Keberlanjutan Proyek Sepak Bola Perempuan di NTT oleh Program Direktur Yayasan Plan International Indonesia dan Exco Bola Wanita NTT.. (istimewa)
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved