Ekonomi di NTT 2018 Tumbuh 5,13 persen

Perekonomian NTT pada tahun 2018 tumbuh 5,13 persen dibanding tahun 2017 dan 2016.

Ekonomi di NTT 2018 Tumbuh 5,13 persen
POS-KUPANG.COM/YENI RAHMAWATI
Konfrensi pers BPS NTT bulan Februari 2019 

Ekonomi di NTT 2018 Tumbuh 5,13 persen

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Perekonomian NTT  pada tahun 2018 tumbuh 5,13 persen dibanding tahun 2017 dan 2016. Pada tahun 2017 Perekonomian NTT tumbuh 5,11 persen dan pada tahun 2016 tumbuh sebesar 5,12 persen.

Demikian disampaikan Kepala BPS NTT, Ny Marittje Pattiwaellapia, pada Jumpa Pers Bulanan di Aula Rapat Lantai II Kantor BPS NTT, Rabu (6/2/2019).

Maritje menjelaskan, Produk Domestik Bruto (PDRB) NTT atas dasar harga berlaku tahun 2018 mencapai 99,09 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 65,94 triliun.
Dari sisi produksi, lanjut Maritje,  pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makanan minum sebesar 12,16 persen, diikuti oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas, 9,57 persen dan transportasi dan pergudangan, 7,92 persen.
Marittje mengungkapkan, struktur ekonomi menurut lapangan usaha 2018 masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 28,40 persen. Kemudian disusul oleh lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 13,34 persen dan lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 11,16 persen.

Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi NTT pada 2018, lanjut Maritje, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,93 persen, diikuti oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dan perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sama-sama sebesar 0,85 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga sebesar 9,76 persen.

"Untuk menumbuhkan ekonomi di NTT maka direkomendasikan perlu adanya inovasi untuk menggarap sektor pertanian di NTT sehingga  ekonomi di NTT tumbuh lebih tinggi. Potensi pertanian di NTT begitu luar biasa. Tapi bagaimana pola tanam para petani? Apakah petani menikmati hasil produksinya atau dinikmati oleh para distributor? Misalnya petani memiliki kelapa tapi dibeli murah oleh distributor. Hal inilah yang perlu didorong. Pemerintah harus mendorong pertanian di NTT,"  kata Maritje.

Lebih lanjut Maritje menjelaskan, ekonomi NTT triwulan IV-2018 dibandingkan dengan triwulan IV-2017 tumbuh sebesar 5,32 persen. Pertumbuhan ekonomi positif terjadi pada seluruh kategori lapangan usaha.

Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik dan gas yaitu 11,22 persen. Selanjutnya disusul oleh lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor sebesar 8,08 persen dan transportasi dan pergudangan sebesar 7,81 persen.

Ia mengatakan lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan masih mendominasi perekonomian NTT pada triwulan IV-2018 dengan kontribusi sebesar 26,97 persen.

Selanjutnya, diikuti oleh lapangan usaha administrasi pemeerntahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib dengan kontribusi sebesar 13,76 persen dan lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda sebesar 11,45 persen.

Bila dilihat dari penciptaan pertumbuhan ekonomi NTT triwulan IV-2018, maka lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan menyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar yaitu sebesar 1,12 persen. Kemudian disusul oleh lapangan usaha perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepeda motor dan lapangan usaha asministrasi pemerintahan, pertahanan dengan kontribusi yang sama besar yaitu 0,94 persen. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Adiana Ahmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved