BRI Gelar Gathering Agen Brilink, Satukan Persepsi Salurkan Bantuan Sosial

BRI cabang Kupang menggelar Gathering Agen Brilink dan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Sosial di Kota Kupang Tahun 2019.

BRI Gelar Gathering Agen Brilink, Satukan Persepsi Salurkan Bantuan Sosial
Pos Kupang.com/Yeni Rachmawaty
BRI Gelar Gathering Agen Brilink, Satukan Persepsi Salurkan Bantuan Sosial 

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG. COM | KUPANG -- BRI cabang Kupang menggelar Gathering Agen Brilink dan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Sosial di Kota Kupang Tahun 2019.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman antara BRI sebagai bank penyalur bantuan sosial, Dinas Sosial sebagai pemilik program, Polda dan Polres yang mengawasi penyaluran bantuan sosial di NTT.

"Kita akan fokus penyaluran di wilayah kota, kabupaten Kupang, Sabu dan Rote.
Ini banyak hal yang akan dibahas karena BRI juga menggunakan pihak ketiga, dalam hal ini mitra sebagai agen Brilink yang memang menggunakan jasa dalam melakukan transaksi perbankan.

Bagaimana pengenaan biaya jasa terhadap penerima bantuan sosial atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Dinas Sosial. Karena jangan sampai penerima bantuan sosial merasa seperti "kok diperas," kata Pimpinan Cabang BRI kupang Patar Pandapotan dalam sambutannya.

Dalam satu sisi, kata Patar, sebagai Agen Brilink mempunyai biaya untuk menyalurkan dana ke BRI. Misalnya agen yang tinggal di Amarasi mau ke Kantor BRI di Oesao harus menggunakan transportasi, sehingga para agen harus mengeluarkan biaya.

Oleh karena itu kendala inilah yang akan dibahas pada gathering pagi ini.
BRI sendiri, lanjutnya, telah menetapkan bahwa penerima bantuan sosial tidak dikenakan biaya. Karena memang perhitungannya, BRI sudah mengatur dari kartunya untuk bansos tidak menimbulkan biaya.

Asep Syarifudin Resmi Jabat Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi NTT  

"Ini perlu menjadi perhatian dan kota ada di sini untuk pemerataan pemahaman, bagaimana Agen Brilink, KPM, Diinas Sosial, Polda, Polres dan BRI. Kita ingin mendengar pendapatnya. Mari kita netul-betul diskusi, sehingga dicari kesepakatan yang sama. Karena dari aturan BRI tidak diperkenankan memungut biaya," ujarnya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved