Agen BRIlink dan KPM Sepakat Ada Iuran Saat Penarikan

Gathering Agen BRIlink dan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Sosial tahun 2019 di Kota Kupang dihadiri oleh Wabag BRIlink Kanwil BRI Denpasar, Nurdin

Agen BRIlink dan KPM Sepakat Ada Iuran Saat Penarikan
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
KPM tengah melakukan simulasi penarikan bantuan sosial pada Gathering Agen Brilink dan Penyaluran Bantuan Sosial Tahun 2019 di Kota Kupang, Kamis (7/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Gathering Agen BRIlink dan Sosialisasi Penyaluran Bantuan Sosial tahun 2019 di Kota Kupang dihadiri oleh Wabag BRIlink Kanwil BRI Denpasar, Nurdin, Pimpinan BRI cabang Kupang, Patar, Kepala Dinas Sosial NTT yang diwakili Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Provinsi NTT, drg Iien Adriani, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, drg Retnowati dan Kabag Ops Polres Kupang Kota, Ongko.

Pada gathering ini selain sambutan-sambutan yang disampaikan oleh empat pimpinan tersebut, juga dilaksanakan simulasi pencairan bantuan sosial PKH oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Koordinator Pendamping PKH Kota Kupang, Grace mengakui untuk kota Kupang selama penarikan yang dilakukan oleh KPM tidak ada masalah. Karena para KPM bisa langsung menarik uang tunai melalui ATM.

Wagub Nae Soi dan Masyarakat NTT Berterima Kasih Pada Achmad Samadan

Pada dasarnya di Kota Kupang tidak terdapat masalah ketika melakukan penarikan. Namun ada kesepakatan-kesepakatan ada yang terjadi antara agen brilink dan KPM karena jarak dan resiko.

Agen Brilink, Dominggus, mengaku kegiatan hari inu sangat penting sekali untuk membahas biaya yang dikenakan. Agennya melayani penyaluran BNPT dan PKH.

Dikunjungi Mahasiswa STFK Ledalero, Begini Sambutan Umat Hindu di Maumere

Diakuinya ada nilai iman ketika melayani para KPM. Saat bulan Desember tahun lalu ia tidak memberikan biaya penarikan atau fee saat KPM melakukan penarikan. Tetali di bulan ini, ada sekira 8 KPM yang dikenakan biaya penarikan Rp 5.000 dengan berbagai pertimbangan.

Ia pun membeberkan kendala yang dihadapi yaitu untuk memberikan pelayanan yang baik maka tidak mudah.

"Ketika saya tidak ada di tempat maka ada orang atau tenaga kerja yang harus stand by setiap waktu untuk melayani para KPM. Kemudian ada resiko saat saya mengambil uang yang tidak sedikit ke bank dan kembali ke rumah serta menyimpannya di rumah. Ini tidak aman untuk kami. Banyak sekali resiko. Oleh karena itu saya memberikan biaya administrasi Rp 5.000. Tapi kalau aturannya tidak boleh maka tidak ada masalah," tuturnya.

Mewakili Agen Brilink Kabupaten Kupang yang berlokasi di Semau, Zakarias Laiskodat di Semau, juga mengakui banyak resiko yang dialami, untuk melayani KPM khusus penerima pkh yang harus menyediakan uang tunai.

"Untuk melayami tanpa biaya tapi perlu dipikirkan penuh resiko. Dari Semau ke Kupang perlu biaya perahu motor dan ojek. Maka kami bersepakat dengan KPM ada potongan Rp 15.000 saat penarikan. Jadi ini perlu dibahas sehingga pemotongan tidak menimbulkan persoalan-persoalan hukum bagi agen dalam melayani masyarakat," tuturnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved