Opini Pos Kupang

Dilema Pendidikan Dasar di Nusa Tenggara Timur

Jika jeli membaca tentang ide-ide inovatif terkait pendidikan, pada umumnya bias elit kota sangat terasa

Dilema Pendidikan Dasar di Nusa Tenggara Timur
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

Oleh Dominggus Elcid Li
Peneliti IRGSC atau Institute of Resource Governance and Social Change Kupang

POS-KUPANG.COM - Seringkali beberapa dosen mengeluh tentang ketidakmampuan para mahasiswa dalam membaca teks di perguruan tinggi. Dalam kampanye gubernur pun tersiar kabar ia akan mengirimkan ribuan orang untuk studi lanjut, belajar ke luar negeri.

Pertanyaannya, sejauh mana `kebenaran diagnosa' terkait persoalan NTT'>pendidikan dasar di NTT? Apakah benar letak persoalan pendidikan kita ada di level pendidikan tinggi atau bahkan pasca sarjana?

Paradigma Elit Kota

Jika jeli membaca tentang ide-ide inovatif terkait pendidikan, pada umumnya bias elit kota sangat terasa.

Agum Gumelar Sebut Jokowi Pemimpin Pilihan Tuhan yang Sangat Tepat untuk Memimpin Indonesia

Suku Hakka Berbagi Kebahagiaan Imlek Bersama Anak Panti Asuhan di Kota Kupang

Ramalan Zodiak Karir Selasa 5 Februari 2019, Aries Penuh Semangat, Zodiak Lain?

Sedangkan secara umum sebagian besar warga NTT--artinya tak hanya segelintir elit warga yang berdiam di Kota Kupang, Maumere, Ruteng, atau Waingapu, masih berjuang untuk mencapai target pendidikan dasar yang ideal.

Di era otonomi daerah porsi pendidikan dasar diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota.

Untuk kasus NTT kondisi ini cukup menyulitkan, sebab dimensi Pilkada pun berkontribusi pada formasi para guru di sekolah-sekolah. Tidak jarang politisasi guru terjadi dalam Pilkada.

Namun, yang paling sulit adalah wilayah kepulauan NTT yang teramat luas ini tidak cukup mendapatkan pantauan maupun koordinasi dalam skala provinsi `kepulauan NTT'.

Akibatnya ketika terjadi perubahan di tingkat kurikulum (K-13 misalnya), tidak ada evaluasi yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa para guru SD di NTT siap atau tidak siap dengan pergantian kurikulum ini.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved