Berita Kabupaten Lembata

Di Kabupaten Lembata, Bulog Salurkan Beras 50,7 Ton ke Ile Ape

beras sebanyak 50,7 ton itu diperuntukkan bagi 1.690 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar pada 26 desa di dua kecamatan tersebut. Beras yang did

Di Kabupaten Lembata, Bulog Salurkan Beras 50,7 Ton ke Ile Ape
Pos Kupang.com/Frans Krowin
SALURKAN BERAS -- Kepala Gudang Bulog Kabupaten Lembata, Sub Divre Larantuka, Flores Timur, Yohanes Mujur (kiri) bersama staf saat penyaluran beras untuk keluarga sejahtera di Ile Ape, Senin (4/2/2019) 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Bulog Lembata menyalurkan 50,7 ton beras raskin ke dua kecamatan di kaki gunung Ile Lewotolok, yakni Ile Ape dan Ile Ape Timur, Senin (4/2/2019). Penyaluran beras itu menggunakan enam armada yang ada di Lewoleba.

Kepala Gudang Bulog Lembata, Sub Divre Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Yohanes Mujur mengungkapkan hal itu, Senin (4/2/2019). Saat itu ia bersama staf sedang memantau proses pengangkutan beras dari Gudang Bulog di Lamahora ke dua kecamatan tersebut.

Dikatakannya, penyaluran beras untuk keluarga sejahterah itu lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini pendistribusiannya
dilakukan pada awal Februari 2019. Padahal biasanya hal semacam itu baru dimulai di atas bulan tersebut.

"Pelayanan jatah raskin ke dua kecamatan itu harus selesai hari ini. Untuk itulah saya meminta para sopir agar serius mendistribusi jatah beras tersebut. Saya berharap masyarakat juga membantu petugas kami untuk kebaikan bersama," ujar Yohanes.

Waduh, Angka Pengidap HIV Aids di TTS - Provinsi NTT Naik 100 Persen Lebih

Menurut dia, beras sebanyak 50,7 ton itu diperuntukkan bagi 1.690 rumah tangga sasaran (RTS) yang tersebar pada 26 desa di dua kecamatan tersebut. Beras yang didistribusi itu merupakan jatah 3 bulan bagi masyarakat, yakni Januari, Februari dan Maret 2019 mendatang.

Beras tersebut, katanya, bermutu bagus dan merupakan beras impor dari Negara Vietnam. "Beras yang disalurkan saat ini merupakan beras yang diimpor dari Vietnam. Mutunya baik sehingga pantas dikonsumsi," ujar Yohanes.

Ia mengungkapkan, penyaluran jatah rastra di Lembata selama ini senantiasa lancar. Hanya kendalanya pada medan yang berat pada sejumlah wilayah. Dua desa di Kecamatan Lebatukan, yakni Lamalela dan Banitobo, kondisi jalannya sangat berat.

Jika musim hujan, katanya, ruas jalan ke dua desa itu sangat sulit dilalui kendaraan. Adakalanya kendaraan harus bermalam beberapa hari baru bisa pulang ke Lewoleba lantaran kondisi jalan yang buruk. "Ini salah satu kendala yang kami hadapi selama ini," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved