Berita Ekonomi Bisnis

Harga Rumah Subsidi Belum Naik, Warga Diimbau Segera Ambil KPR

Tahun 2019 ini harga rumah subsidi akan naik namun sampai saat ini masih dengan harga lama sehingga masyarakat diimbau untuk segera ambil KPR

Harga Rumah Subsidi Belum Naik, Warga Diimbau Segera Ambil KPR
POS-KUPANG.COM/HERMINA PELLO
Rumah subdisi di perumahan Gemstone di Kecamatan Alak, Kota Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adiana Ahmad

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Tahun 2019 ini harga rumah subsidi akan naik namun sampai saat ini masih dengan harga lama sehingga masyarakat diimbau untuk segera ambil KPR

Ketua DPD REI NTT, Bobby Pitoby, MBA di  Kupang, Jumat (1/2/2019) mengatakan harga rumah bersubsidi tahun 2019 naik lagi.

Tahun 2018 harga rumah subsidi Rp 148,5 juta maka pada tahun 2019 naik menjadi Rp 158 juta atau naik 6,4 persen. "Angka ini cukup besar," katanya

Namun, kata Bobby, masyarakat tidak perlu kuatir karena para developer di NTT masih menjual runah dengan harga tahun 2018.

Soal Keliling NTT, Gubernur Viktor Laiskodat Sebut Hanya Satu Orang yang Bisa Melawannya

Target Program Satu Juta Rumah Dinaikan, Ini Yang Harus Dilakukan

Alasannya, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang mengatur tentang harga rumah bersubsidi belum diterbitkan.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat segera memanfaatkan kesempatan mendapatkan rumah subsidi sebelum PMK tentang Harga Rumah Subsidi terbit.

"Kami imbau masyarakat kalau mau ambil rumah, ambil sekarang sebelum PMK tentang harga rumah subsidi terbit," kata Bobby.

Pendaftaran SNMPTN Dibuka Hari Ini, Lihat Dulu Hasil Pemeringkatan SNMPTN 2019

Bobby mengungkapkan, harga rumah subsidi  naik karena standar kualitas yang ditetapkan pemerintah juga naik. Sebelum penerbitan PMK, lanjut Bobby, REI NTT berencana menggelar expo perumahan pada akhir Maret atau awal April 2019.
Expo tersebut menurut rencana akan berlangsung 10 hari.

Mengenai target tahun ini, katanya,  DPD REI NTT bisa menjual 3.500 unit rumah di tahun 2019.

Angka tersebut naik 500 unit dibanding dengan target tahun 2018.

Bobby Pitoby di mengatakan, REI NTT tetap menaikkan target penjualan rumah tahun 2019 meski target 2018 tidak tercapai. "Tahun 2018 kita target 3.000 terealisasi 2.868 unit," kata Bobby.

Bobby mengungkapkan, masyarakat sesungguhnya membutuhkan rumah namun terbentur dengan persoalan klasik seperti izin, BPHTB dan lain-lain. "Berbagai persoalan ini yang menyebabkan penjualan rumah subsidi di NTT lambat," kata Bobby.

Meski melambat, katanya, ada tren meningkat. Karena itu, kata Bobby pihaknya berani menaikkan target penjualan tahun 2019. Sementara pasaran untuk rumah komersil, kata Bobby, cenderung turun.

"Kalau dilakukan review biaya BPHTB pasti permintaan rumah tinggi. Pemda bisa dapat keuntungan dari IMB, pajak dan terutama secara sosial ekonomi ada pusat pertumbuhan ekonomi baru," katanya. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved