Pilpres 2019

Prabowo Subianto Sebut Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang, Begini Komentar Presiden Jokowi

Prabowo Subianto Sebut Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang, Begini Komentar Presiden Jokowi

Prabowo Subianto Sebut Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang, Begini Komentar Presiden Jokowi
KOMPAS.com/Fabian J. Kuwado
Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat acara penyerahan DIPA Tahun 2018 kepada menteri/pimpinan lembaga negara dan gubernur se-Indonesia di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12/2017). 

Prabowo Subianto Sebut Sri Mulyani Menteri Pencetak Utang, Begini Komentar Presiden Jokowi

POS-KUPANG.COM | SEMARANG - Presiden Joko Widodo membela Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disebut oleh Prabowo Subianto sebagai menteri pencetak utang.

Jokowi menegaskan, Sri Mulyani adalah menteri dengan kinerja baik. Bahkan, prestasi perempuan yang akrab disapa Ani itu sudah diakui oleh dunia internasional.

"Dunia juga tahu Bu Menteri keuangan kita, Bu Sri Mulyani adalah kebanggan kita karena masuk sebagai menteri terbaik Asia Pasific, masuk sebagai terbaik di dunia," kata Jokowi di Semarang, Minggu (3/1/2019).

Hati-hati Melintas di Ruas Jalan Bumi I Liliba Kupang, Ada Apa Ya?

Sri Mulyani pernah dinobatkan sebagai menteri terbaik sedunia dalam acara World Government Summit di Dubai, Uni Emirat Arab, Februari 2018 lalu. Lalu, pada Oktober 2018, Sri Mulyani kembali menerima penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Tahun 2018 di Asia Pasifik Timur.

Penghargaan ini diberikan di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018. "Semua orang menghargai kok, semua orang hormat kepada Bu Sri Mulyani.

Kapolres Ngada Bagi-bagi Hadiah untuk Peserta Millenial Festival Safety Riding

Kalau ada kita yang menyampaikan itu (menteri pencetak utang), ya mungkin belum ngerti masalah ekonomi makro," kata Jokowi seraya tertawa.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Drajad Wibowo, menegaskan, pernyataan Prabowo yang menyebut Sri Mulyani menteri pencetak utang merupakan kritik yang berbasis pada fakta.

Faktanya, sambung dia, tahun antara Desember 2014-Desember 2018, utang pemerintah naik Rp 1809 triliun, dari Rp 2609 triliun menjadi Rp 4418 triliun.

Artinya, utang di era Jokowi setiap tahun naik Rp 452,25 triliun. Sebagai perbandingan, selama 10 tahun Presiden SBY, kenaikan utang pemerintah Rp 1309 triliun, atau Rp 131 triliun per tahun.

"Jadi setiap tahun pemerintahan Presiden Jokowi berhutang rata-rata 3,45 kali lipat dari pemerintahan Presiden SBY," ujar Drajad kepada Kompas.com, Senin (28/1/2019).

"Masak pejabat negara yang banyak membuat utang tidak boleh disebut pencetak utang?" tambah politisi Partai Amanat Nasional ini. (Kompas.com)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved