Berita Kabupaten Sikka

Korban dan  Pemilik Lahan Damai,  Akhiri Musibah  Longsor  di Kampung  Watuwolo

Masih ingatkah musibah tanah longsor tanggal 7 Januari 2019 menewaskan tiga orang remaja dan seorang pria dewasa menderita luka berat di

Korban dan  Pemilik Lahan Damai,  Akhiri Musibah  Longsor  di Kampung  Watuwolo
FOTO/POLRES  SIKKA
Para  pihak  berdamai  dalam musibah  tanah longsor di  Kampung Watutolot, menandatangani  kesepakatan  damai di  Kantor Desa  Hale, Kecamatan Mapitara,  Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores,  Jumat  (1/2/2019).   

Laporan  Wartawan Pos-kupang.com, Eginius  Mo’a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE---Masih ingatkah musibah  tanah longsor tanggal 7  Januari 2019   menewaskan  tiga orang remaja   dan seorang pria dewasa  menderita   luka berat di  Kampung Watuwolot,  Desa  Hale, Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT?

Dua   dari  tiga korban  meninggal adalah kakak beradik Petrus Afriandi (10) dan Emanuel Jefrianto (8) serta  seorang   lagi   Silferius Silik  (11). Ketiganya masih terikat   hubungan  kerabat,  sedangkan Marselinus Moa alias Doli  tertolong  jiwanya.

Pemilik  lahan, Januarius   Joni  dan   orangtua  para korban  memilih jalan damai  menyelesaikan musibah. Penyelesaian  dilaksanakan  di  Kantor Desa Hale, Jumat (1/2)   dimediasi Kepala Desa Hale, Albertus Ruben mempertemukan  keluarga korban dan  pemilik  lahan, Januarius  Joni.

Bupati Sumba Timur Lepas Perdana Penyaluran Bansos Rastra 2019

Kepala  Kepolisian  Resort  Sikka,   AKBP  Rickson Situmorang,  S.IK, kepada wartawan  Minggu   (3/2/2019)   mengatakan   telah dilakukan perdamaian antara keluarga korban dan pemilik tanah.

“Mediasi antara para pihak berlangsung  kekeluargaan, kondusif  dan lancar,” ujar  Rickson.

Ia  mengatakan  hasil  mediasi dituangkan  dalam  surat  pernyataan damai dan surat kesepakatan bersama. Semua   pihak   menandatangani surat tersebut di depan Kepala Desa Hale.  Kesepakatan disaksikan   Camat Mapitara, Kanit Res Polsek Bola, Babinsa Hale, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda  dan anggota Linmas Desa Hale. 

Musibah menewaskan tiga orang merupakan kasus   terbesar di awal  tahun 2019  menyita perhatian  masyarakat dan pemerintah  Kabupaten  Sikka.

Pemilik lokasi,    Januarius Joni,   khawatir  diamuk keluarga korban mengamankan diri  di  Mapolres Sikka. Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Heffri Dwi Irawan,   telah meminta  keterangan  Joni, sebelum  ia dijemput  pulang oleh sanak  famili dan  keluarga korban  kembali  ke kampung. *)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved