Berita Ekonomi Bisnis

Harga BBM Non Subdisi Akan Ditinjau Setiap Bulan

Kementerian ESDM segera mengesahkan formula penghitungan harga Jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) umum non subsidi dan non penugasan

Harga BBM Non Subdisi Akan Ditinjau Setiap Bulan
ISTIMEWA
SPBU TDM - SPBU Tuak Daun Merah (TDM), satu di antara SPBU milik PT Valentine Grup di Kupang. 

POS-KUPANG.COM |JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral - ESDM segera mengesahkan formula penghitungan harga Jenis Bahan Bakar Minyak - BBM - umum non subsidi dan non penugasan.

Dengan formula baru itu, harga Jenis BBM Umum (JBU) diharapkan bisa lebih wajar menyesuaikan dengan harga minyak dunia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto di Jakarta, Kamis (31/1/2019) mengatakan, formula tersebut akan tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM.

Saat ini, formula dan peraturan itu dalam finalisasi dan menunggu pengesahan dari Menteri ESDM, Ignatius Jonan.

"Finalnya kayak apa kan saya harus nunggu Biro Hukum. Belum diteken Pak Menteri, baru draft," kata Djoko saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Ibu Rumah Tangga Jadi Sasaran Galeri24

Sudah Terbukti, Inilah Pedoman bagi Pasangan Suami Istri untuk Mendapatkan Keturunan (Anak)

Di dalam draft tersebut, Djoko mengungkapkan bahwa formula penghitungan tetap mengacu pada harga minyak Singapura atau Mean of Platts Singapore (MOPS).

Formulanya juga memperhitungkan beta, berupa konstantan yang terdiri dari alfa biaya peroleh, biaya penyimpanan, biaya distribusi, iuran Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta margin badan usaha maksimal 10 persen yang sebelumnya diatur dalam Pasal 4 Permen ESDM Nomor 34 Tahun 2018 tentang perhitungan harga jual eceran BBM.

"Badan usaha mengumumkan harga, kan wajib lapor ke kita. (Ditjen) Migas harus evaluasi, alatnya untuk mengevaluasi apa? formula ini. Tapi finalnya kayak apa saya juga masih nunggu," terang Djoko.

Dalam formula ini, periode evaluasi harga juga mengalami perubahan. Djoko bilang, jika sebelumnya harga dievaluasi setiap tiga bulan sekali, nantinya akan dievaluasi setiap bulan.

Alasannya, pembentukan harga diharapkan bisa lebih wajar menyesuaikan dengan harga pasar.

Halaman
12
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved