Masyarakat Desa Bidoa dan Ulupulu Minta Perhatian Pemkab Nagekeo, Ini Keluh Kesah Mereka!

Masyarakat Desa Bidoa dan Ulupulu Minta Perhatian Pemkab Nagekeo, Ini Keluh Kesah Mereka!

Masyarakat Desa Bidoa dan Ulupulu Minta Perhatian Pemkab Nagekeo, Ini Keluh Kesah Mereka!
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, SH pose bersama Kades Ulupulu di Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Jumat (1/2/2019). 

POS-KUPANG.COM | MBAY - Masyarakat Desa Bidoa dan Ulupulu meminta Pemkab Nagekeo untuk memperhatikan beberapa persoalan yang dialami.

Di antaranya, pembukaan akses jalan menuju lahan persawahan (di Oki), lampu jalan yang sering padam, pembangunan rumah dinas guru SMP Negeri 3 Satap Aegela, pembangunan 1 unit ruang kelas dan 1 unit komputer untuk SDN Fataleke.

Adapun permintaan masyarakat yakni membangun sekolah baru (SMK) di Wolosabi-Ndora, pembangunan perpustakaan dan toilet untuk SDK Galawea Ndora, dan pembangunan 1 unit ruang kelas untuk SDN Ndora.

Konflik Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Sikka tak Menemui Kesepakatan,Ini Alasannya

Permintaan ini dikemukkan masyarakat pada saat dialog dengan Wakil Bupati Nagekeo, Marianus Waja, ketika melantik Kepala Desa (Kades) Bidoa, Wenslaus Were dan Kades Ulupulu Yohanes Berkhman Jawa, secara terpisah di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Jumat (1/2/2019).

Peserta Diskusi Diseminasi JKN Apresiasi Materi Bupati Malaka

"Kami mengalami kesulitan saat proses pembelajaran di kelas. Pasalnya ada 6 rombongan belajar namun hanya memiliki 5 ruang kelas. Jadi kami harus mengurangi jam pembelajaran siswa kelas 1 dan kelas 2. Terpaksa kelas 1 harus pulang lebih awal sehingga ruang yang sama ditepati oleh siswa kelas 2," kata Martha Ika, Kepala SDN Fataleke.

Kepala SDN Ndora, Maria Keo, mengatakan Pemda harus bisa melihat kondisi riil di masyarakat.

"Kondisi yang sama juga kami alami. Kami minta bantuan pemerintah untuk menanggulangi kesulitan kami ini,"imbuhnya.

Menanggapi permintaan masyarakat ini, Wakil Bupati Marianus Waja mengatakan akan menindaklanjutinya dengan melakukan koordinasi melalui dinas teknis serta kerjasama antara eksekutif dan legislatif.

Ada empat hal yang ditegaskan untuk Kades terpilih. 4 tugas yang harus diperhatikan oleh Kades terlantik, antara lain; menyelenggarakan tata kelola pemerintah. Memberi pembagian tugas yang jelas kepada para aparat desa. Tidak ada sekat antara satu dengan yang lainnya.

"Tidak menggunakan istilah kau-kau atau saya- saya. Kades adalah bapak semua orang. Bapak juga bagi mereka yang "lika teki lapu liwu" atau orang Ndora yang tersebar di mana-mana; Membangun desa untuk kesejahteraan bersama," ujar Marianus Waja.

Ia juga menginginkan agar semua pekerjaan dilakukan dengan baik bersama masyarakat. Ajarkan hal yang baik kepada masyarakat dan tidak boleh mengabaikan kepentingan bersama.

"Hilangkan cara-cara lama yang menggunakan pihak ketiga dalam pembangunan infrastruktur di wilayah desa ini. Akan tetapi lebih dititik beratkan untuk swakelola agar mutu/kualitas tetap dijaga; Pembinaan masyarakat mulai dari dalam keluarga masing-masing. Membina hubungan baik antara orangtua dan anak atau sebaliknya. Lebih khusus pembinaan karakter untuk anak-anak sebagai generasi masa depan; Memberdayakan masyarakat . Kades harus tahu kondisi masyarakat dan wilayahnya. Masalah apa saja yang terjadi untuk segera didata dan ditindaklanjuti," tegas Marianus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved