Berita NTT Terkini

Tahun 2019, Kelor Masuk ke Tahapan Industri

Tahun 2019, pengelolaan kelor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah masuk pada tahap industri untuk menunjang perekonomian.

Tahun 2019, Kelor Masuk ke Tahapan Industri
 POS-KUPANG.COM / AMBUGA LAMAWURAN
Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yohanes Tay Ruba, sewaktu memberikan keterangan kepada wartawan dalam acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2019 di Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang, Jumat (1/2/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ambuga Lamawuran

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Tahun 2019, pengelolaan kelor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah masuk pada tahap industri untuk menunjang perekonomian.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yohanes Tay Ruba, kepada wartawan dalam acara Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pembangunan Pertanian Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2019 di Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang, Jumat (1/2/2019).

Untuk masuk ke zona industri ini, kata Tay Ruba, Dinas Pertanian Provinsi telah menyiapkan lahan seluas 135 hektar untuk menanam kelor.

Wagub NTT Josef Nai Soi Beberkan Manfaat Kelor Untuk Stunting di Afrika dan NTT

"Tahun ini kita rencanakan 135 hektar untuk penamaan kelor monokultur. Rencananya di Kabupaten Kupang sekitar 35-40 hektar, dan tiap kabupaten lain bisa mencapai 5 hektar," ujarnya.

Dia jelaskan, pada tahun kemarin, pihaknya sudah bisa mendistribusikan daun kelor kering sebanyak 1,2 ton ke luar NTT.

"Sekarang ini kita sudah dapat masukan, bahwa tiap kabupaten sudah memiliki lahan-lahan untuk membudidayakan kelor," paparnya.

Selain menyiapkan demplot dan pengelolaan kelor, Tay Ruba mengatakn bahwa pihaknya pun sedang membangun kerja sama dengan komponen terkait lainnya.

"Kita lagi bangun jaringan marketing kita, misalnya dengan PT Flobamora. Sehingga rapat kemarin kita petakan sebaran kelor. Kemudian kita benahi pengelolaan. Sehingga ketika dijual, kelor kita sudah ada standarnya," ujarnya.

Mengenai anggaran, katanya, tahun ini Dinas Pertanian Provinsi menyiapkan Rp. 1 miliar khusus untuk kelor.

"Ini hanya untuk alat dan demplotnya. Kita lebih pada tindakan mengajak semua pihak untuk sama-sama mengembangkan kelor," bebernya. (*)

Penulis: Lamawuran
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved